Hukum & Kriminal

‎Drama Sabtu Kelabu di Bajayu: Bau Bangkai Menyengat, Sisa Pesta Limbah Kemarin ‎

418
×

‎Drama Sabtu Kelabu di Bajayu: Bau Bangkai Menyengat, Sisa Pesta Limbah Kemarin ‎

Sebarkan artikel ini

‎Diduga Pola “Limbah Jumat, Bau Sabtu” Kembali Terulang di Sungai Padang

‎Aliran Sungai Padang yang biasanya mengalir tenang berubah keruh kecokelatan, memunculkan kecurigaan kuat akan adanya pencemaran serius(foto:Wal)

TERITORIAL24.COM,‎TEBING TINGGI – Harapan warga menikmati udara segar akhir pekan buyar sudah. Pagi Sabtu (3/1), kawasan Bendungan Bajayu,Kelurahan Tambangan ,Kecamatan Padang Hilir, kota Tebing Tinggi justru diselimuti bau busuk menyengat menyerupai bangkai.

‎Aliran Sungai Padang yang biasanya mengalir tenang berubah keruh kecokelatan, memunculkan kecurigaan kuat akan adanya pencemaran serius.

‎Yang menarik, sorotan warga tidak hanya tertuju pada kondisi hari ini. Berdasarkan penelusuran dan kasak-kusuk di lapangan, dugaan justru mengarah pada aktivitas yang terjadi sehari sebelumnya, Jumat (2/12025).

‎Banyak warga meyakini, apa yang tercium hari ini hanyalah dampak lanjutan atau “sisa pesta” pembuangan limbah yang diduga dilakukan pada hari kerja.

‎Pola ini bukan cerita baru. Warga menilai, ada indikasi oknum pelaku pencemaran sengaja memilih hari Jumat untuk membuang limbah.

‎Alasannya sederhana namun licik: saat akhir pekan tiba, pengawasan melemah, petugas berkurang, dan limbah sudah terlanjur mengalir jauh—meninggalkan bau, endapan, dan masalah bagi warga di hilir.

‎“Kalau cuma sekali, mungkin bisa dibilang kebetulan. Tapi kalau polanya berulang, ini sudah seperti skenario,” ujar salah seorang warga Bajayu yang enggan disebutkan namanya.

‎Unggahan warga di media sosial pun bernada serupa. Mereka menyebut tindakan tersebut sebagai bentuk kejahatan lingkungan yang terencana, bukan sekadar kelalaian teknis.

‎Bagi para pelaku usaha yang merasa aman bermain di balik kalender kerja, warga melontarkan pertanyaan pedas:

‎Apakah membuang limbah di hari Jumat membuat dosa lingkungan ikut libur di hari Sabtu?

‎Penghematan biaya pengolahan limbah, termasuk dugaan pengabaian IPAL, mungkin memberi keuntungan finansial. Namun dampaknya dibayar mahal oleh masyarakat: udara beracun, air tercemar, dan rasa keadilan yang tercabik.

‎Uang bisa menutup mulut sebagian orang, tetapi tidak bisa menutup hidung satu kota.

‎Peristiwa berulang ini menjadi cermin buram lemahnya pengawasan lingkungan.

‎Jika masyarakat awam saja mampu membaca pola “Limbah Jumat, Bau Sabtu”, mengapa aparat pengawas seolah kehilangan indra penciuman?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *