Hukum & Kriminal

Sarang Narkoba di Deli Serdang Dilengkapi CCTV dan HT, Polisi Ringkus 1 Orang

62
×

Sarang Narkoba di Deli Serdang Dilengkapi CCTV dan HT, Polisi Ringkus 1 Orang

Sebarkan artikel ini

TERITORIAL24.COM, MEDAN – Polisi menggerebek sarang peredaran narkoba di kawasan Jalan Sei Mencirim, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara (Sumut).

Sarang narkoba tersebut dilengkapi kamera pengawas atau CCTV dan alat komunikasi handy talky (HT). Penggerebekan dilakukan polisi, Kamis (6/8/2026) sore.

Dalam operasi tersebut, petugas mengamankan seorang pria yang diduga sebagai pengedar narkoba.

Lokasi sarang narkoba berada di tengah permukiman warga. Akses menuju lokasi tersebut hanya bisa dilalui menggunakan sepeda motor.

Kedatangan petugas sempat terpantau oleh para pelaku. Sebab, sejumlah kamera CCTV terpasang di berbagai titik di sepanjang akses masuk menuju lokasi hingga di sekeliling sarang narkoba tersebut.

Saat melakukan penggerebekan, petugas sempat melepaskan tembakan peringatan ke udara untuk mencegah para pelaku melarikan diri.

Seorang pria yang diduga sebagai pengedar sempat berusaha kabur. Namun, petugas akhirnya berhasil meringkusnya.

Dari lokasi, polisi menyita sejumlah barang bukti. Di antaranya narkoba, puluhan alat isap, timbangan elektrik, hingga dua mesin judi dingdong.

Kasat Narkoba Polrestabes Medan, AKBP Rafli Yusuf Nugraha mengatakan, sarang narkoba tersebut tidak hanya dilengkapi CCTV. Para pelaku juga menggunakan HT untuk memantau kedatangan petugas.

“Alat komunikasi atau HT sebagai pengawal atau penjaga tempat ini, sebagai steril atau tidak bisa tersentuh kepolisian. Dilengkapi juga dengan CCTV berada di empat titik yaitu di pintu depan utama sampai CCTV atas pohon,” kata Rafli, Jumat (7/7/2026).

Menurutnya, keberadaan CCTV dan HT menunjukkan lokasi tersebut dikontrol dan dijaga secara ketat oleh pihak yang diduga sebagai bandar narkoba.

HT tersebut digunakan oleh seseorang yang berjaga di sepanjang akses masuk. Orang tersebut bertugas menginformasikan kedatangan petugas kepada para pelaku yang berada di dalam barak narkoba.

“Ini menunjukkan bahwasanya tempat ini begitu nyaman dan dikontrol seorang bandar,” ujarnya.

Rafli menyebut sistem pengamanan tersebut membuat sejumlah pelaku dapat dengan mudah melarikan diri ketika petugas melakukan penggerebekan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *