Deli Serdang - Serdang Bedagai

Dua Dusun di Desa Bagan Kuala Terancam Hilang Ditelan Ombak

418
×

Dua Dusun di Desa Bagan Kuala Terancam Hilang Ditelan Ombak

Sebarkan artikel ini

TERITORIAL24.COM, SERDANG BEDAGAI – Ombak besar dan angin kencang belakangan jadi “tamu” yang tak tahu diri bagi warga Desa Bagan Kuala, Kecamatan Tanjung Beringin, Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara.

Selama empat hari terakhir, dua dusun di desa itu—Dusun I dan Dusun II—dihantam banjir rob yang bukan cuma membawa air, tapi juga lumpur dari laut.

“Empat hari kami kebanjiran. Bukan cuma air yang masuk ke rumah, tapi lumpur juga ikut nyelonong,” ujar Jasmin, warga setempat, Jumat (7/11/2025). “Sedih kali nasib kami ini.”

Banjir rob datang nyaris setiap malam menjelang subuh—waktu paling tidak sopan untuk bencana datang.

Banyak warga yang terbangun karena air sudah sampai ke dalam rumah. Tidur pun tak lagi jadi kegiatan yang menenangkan, melainkan ajang waspada darurat: antara mimpi dan realita, siapa tahu kasur sudah hanyut.

Tak cuma rumah, kantor Desa Bagan Kuala pun tak luput. Lantainya kini penuh lumpur, seperti baru dilewati rombongan bebek yang baru pulang dari tambak.

Kepala Desa Bagan Kuala, Safril, membenarkan bahwa banjir rob kali ini termasuk parah. Air setinggi 30 hingga 50 sentimeter masuk ke rumah warga dan bertahan hingga empat hari.

“Mulai surut Jumat pagi, tapi sisanya ya… lumpur di mana-mana,” ujarnya lewat pesan WhatsApp.

Selain rumah rusak, warga juga kehilangan akses ke air bersih.

Air sumur bor yang biasa dikonsumsi kini berubah jadi air rasa laut—asin, keruh, dan jelas tak layak minum. Perabotan rumah tangga juga banyak yang rusak, terutama elektronik yang tak bisa berenang.

Safril berharap ada perhatian serius dari pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten.

“Kami harap bantuan segera datang. Banjir rob ini sudah langganan, datang tiap pasang barat bulan 15,” katanya.

Ia juga berharap program Kampung Nelayan Merah Putih bisa direalisasikan di Bagan Kuala—terutama pembangunan pemecah ombak dan relokasi rumah warga yang terlalu dekat dengan bibir pantai.

“Kalau itu terwujud, insyaallah banjir rob bisa berhenti jadi tamu tetap kami,” ucapnya dengan nada penuh harap.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *