Rico menilai gerakan tersebut merupakan bentuk nyata kepedulian jajaran Kecamatan Medan Denai terhadap kondisi sosial masyarakat.
“Yang kedua, Pak Camat memiliki inovasi juga yang memang ujungnya untuk diberikan kepada yang berkekurangan atau yang kesusahan. Jadi mengumpulkan dana untuk diberikan kepada yang membutuhkan. Ini juga sangat baik sebagai bentuk kepedulian kita terhadap masyarakat kita,” ujarnya.
Meski memberikan dukungan, Rico mengingatkan agar seluruh proses pengumpulan dan penyaluran dana dari kedua program tersebut dilakukan secara transparan dan akuntabel.
“Seluruh pengumpulan dan penyaluran dana dari program ANJELI maupun KUSALAM wajib dicatat dan dilaporkan secara terbuka kepada publik. Akuntabilitas yang jelas sangat penting untuk menjaga kepercayaan warga dan memastikan bantuan tepat sasaran,” pesannya.
Melibatkan 600 Jamaah
Camat Medan Denai Yogi Prayoga mengatakan, program ANJELI diluncurkan bersama sekitar 600 ibu-ibu jamaah pengajian AKMD yang menjadi pilot project gerakan tersebut.
Program ini diharapkan dapat berjalan secara berkelanjutan, dengan hasil penjualan minyak jelantah disalurkan untuk kegiatan sosial setiap bulan.
“Penyaluran hasil penjualan jelantah ditargetkan dapat berjalan setiap bulan,” kata Yogi.
Sedangkan KUSALAM dilaksanakan secara rutin setiap Senin dan Jumat. Dana yang terkumpul kemudian dialokasikan setiap pekan untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar sedikitnya empat keluarga kurang mampu, lansia, serta balita yang mengalami malnutrisi di wilayah Kecamatan Medan Denai.
Pengajian Akbar Kecamatan Medan Denai berlangsung khidmat dengan diisi tausiah bagi para jemaah.
Dalam kesempatan tersebut, Rico Waas juga memanfaatkan pertemuan untuk mendengarkan langsung berbagai aspirasi masyarakat, termasuk keluhan dan masukan terkait pembenahan infrastruktur di wilayah Kecamatan Medan Denai.(Akbar)












