Di dalamnya terdapat proses pembelajaran yang menuntut kedisiplinan, ketangguhan, kebersamaan dan kesiapan menghadapi berbagai keadaan.
Kegiatan fisik menjadi salah satu cara melatih ketahanan. Wawasan memperluas cara pandang. Kebersamaan menumbuhkan kepedulian.
Semua proses itu pada akhirnya bermuara pada satu hal: membangun kapasitas diri agar lebih siap menjalankan amanah.
Karena seorang kader dakwah tidak hanya membutuhkan keberanian untuk bergerak. Ia juga membutuhkan bekal agar setiap langkah memiliki arah dan manfaat.
Iman Dikuatkan, Ilmu Terus Dicari
UHa yang juga merupakan Anggota DPRD Sumatera Utara dari Fraksi PKS kemudian mengajak jamaah untuk tidak hanya memperkuat iman dan ketakwaan.
Menurut pesan yang disampaikannya, para kader juga perlu membekali diri dengan ilmu dan wawasan yang bermanfaat sebagai bekal menjadi pejuang dakwah.
Iman menjadi pijakan dalam melangkah. Ilmu membantu seseorang memahami jalan yang ditempuh.
Pengalaman mengajarkan bagaimana menghadapi kenyataan, sementara keahlian membuat seseorang mampu memberikan manfaat secara nyata.
Karena itu, membangun kader bukan hanya soal menumbuhkan semangat, tetapi juga mempersiapkan pribadi yang memiliki kemampuan dan keteguhan hati.
Dari Gerimis Sibolangit, Tumbuh Sebuah Pesan
Salat Jumat di tengah gerimis akhirnya menjadi salah satu momen yang memberi warna tersendiri dalam Kembara Kemah Bela Negara DPW PKS Sumut.
Gerimis yang turun seolah mengingatkan bahwa perjalanan tidak selalu berlangsung dalam kondisi yang ideal.
Namun, kewajiban tetap harus ditunaikan dan proses pembelajaran tetap harus dijalani.
Dari sebuah aula sederhana di tengah perkemahan, para kader kembali diingatkan tentang pentingnya menjaga hubungan dengan Allah SWT sekaligus terus mempersiapkan diri.
Lebih dari sekadar pengalaman mengikuti kemah, mereka diharapkan membawa pulang bekal yang lebih dalam: iman yang semakin kuat, ilmu yang bertambah, wawasan yang lebih luas, fisik yang terlatih dan jiwa yang lebih siap menghadapi amanah.
Sebab, dakwah membutuhkan pribadi yang tidak hanya berani berbicara tentang perjuangan, tetapi juga bersedia mempersiapkan dirinya untuk menjalankannya.












