Blitar Raya

GMB Tolak Outlet Miras HWG23 di Wlingi, Dinilai Dekat Rumah Ibadah dan Resahkan Warga

48
×

GMB Tolak Outlet Miras HWG23 di Wlingi, Dinilai Dekat Rumah Ibadah dan Resahkan Warga

Sebarkan artikel ini

TERITORIAL24.COM, BLITAR – Keberadaan outlet HWG23 yang menjual berbagai merek minuman beralkohol di Jalan Gajah Mada, Kecamatan Wlingi, Kabupaten Blitar, menuai penolakan dari sejumlah elemen masyarakat. Gerakan Masyarakat Blitar (GMB) menilai operasional toko tersebut tidak selaras dengan karakter masyarakat Wlingi yang dikenal religius.

Koordinator GMB, Mariono Setyo Budi atau Budi Kempes, mengaku menerima banyak aspirasi dan keluhan dari tokoh agama maupun warga terkait keberadaan outlet tersebut. Menurutnya, lokasi toko yang berada di dekat sejumlah rumah ibadah berpotensi memicu keresahan sosial.

“Masyarakat Wlingi merupakan masyarakat agamis. Di sekitar lokasi bahkan terdapat dua masjid. Wlingi juga bukan kawasan wisata ataupun pusat hiburan malam. Jika outlet itu tetap beroperasi, kami siap turun ke jalan mendesak pemerintah daerah menutup sumber maksiat tersebut,” tegas Budi, Kamis (9/7/2026).

Budi menyebut sedikitnya terdapat dua masjid yang berada tidak jauh dari lokasi outlet, yakni Masjid Miftahul Jannah yang berada di belakang bangunan dan Masjid Taawun yang berada di sekitar kawasan tersebut. Selain itu, terdapat pula Gereja GBDT yang lokasinya berdekatan.

Menurutnya, keberadaan usaha penjualan minuman beralkohol di lingkungan yang dikelilingi rumah ibadah dinilai tidak mencerminkan penghormatan terhadap nilai-nilai sosial dan keagamaan yang selama ini dijaga masyarakat.

“Kami banyak menerima aduan dari para tokoh agama yang merasa resah. Persoalannya bukan sekadar produk yang dijual, tetapi dampak sosial yang dikhawatirkan muncul apabila aktivitas penjualan minuman beralkohol terus berlangsung,” ujarnya.

GMB juga mendesak Pemerintah Kabupaten Blitar melakukan evaluasi terhadap izin operasional outlet HWG23 apabila terbukti keberadaannya memicu gejolak di tengah masyarakat.

“Kami tetap mengedepankan dialog dan mekanisme yang baik. Namun jika aspirasi masyarakat diabaikan, kami siap menggelar aksi sebagai bentuk penyampaian pendapat di muka umum. Harapan kami, pemerintah mendengar suara warga,” katanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *