TERITORIAL24.COM, MEDAN – Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution menyatakan dukungannya terhadap program magang ke Jepang bagi putra-putri Sumatera Utara sebagai upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Dukungan tersebut disampaikan saat menerima audiensi perwakilan OSHiN Tekno dan Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Mori Centre di Medan, Senin, 9 Februari 2025.
Bobby mengatakan program magang ke luar negeri dapat menjadi langkah strategis selama diarahkan untuk peningkatan kompetensi tenaga kerja.
Menurutnya, pengiriman tenaga kerja bukan semata-mata bertujuan bekerja di luar negeri, melainkan untuk memperoleh keterampilan dan pengalaman yang dapat diterapkan setelah kembali ke daerah asal.
“Kita boleh mengirim tenaga kerja ke luar negeri, tetapi yang paling penting adalah mereka kembali membawa ilmu dan keterampilan untuk membangun daerah,” kata Bobby.
Ia menambahkan, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara siap mendukung pelatihan keterampilan bagi calon peserta magang agar sesuai dengan kebutuhan dan standar perusahaan penerima di Jepang.
Perwakilan OSHiN Tekno, Muhammad Khaidar, menyampaikan harapan agar Gubernur Sumut dapat melakukan kunjungan ke Jepang untuk bertemu dengan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Osaka. Menurut dia, kunjungan tersebut dapat meningkatkan kepercayaan perusahaan Jepang terhadap tenaga kerja asal Sumatera Utara.
Khaidar juga menyebutkan Jepang membutuhkan tenaga kerja dalam jumlah besar mulai 2026, terutama di sektor pertanian dan perkebunan. Saat ini terdapat sekitar 3.000 perusahaan yang berada di bawah organisasi penerima kerja di Jepang dengan beragam bidang usaha.
Ia berharap Sumatera Utara dapat mengirim hingga 1.000 peserta magang melalui lembaga pelatihan kerja yang ada di daerah tersebut.
Selama ini, jumlah tenaga kerja asal Sumatera Utara yang direkrut ke Jepang masih relatif kecil dibandingkan daerah lain.(Anggi)












