TERITORIAL24.COM, LANGKAT – Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution, memastikan perbaikan tanggul Sungai Sei Wampu di Kabupaten Langkat akan dipercepat setelah jebol dan menyebabkan banjir di enam desa di Kecamatan Gebang. Langkah ini menjadi prioritas pemerintah guna mencegah kejadian serupa terulang.
Bobby menyampaikan hal itu saat meninjau posko pengungsian dan bertemu warga terdampak di Desa Air Hitam, Kecamatan Gebang, Jumat malam, 5 Desember 2025. “Saya pastikan Pemerintah Provinsi Sumut akan segera memperbaiki tanggul yang jebol di desa ini agar banjir tidak terulang kembali,” ujar Bobby.
Ia juga menyampaikan simpati kepada warga yang sudah lebih dari sepekan mengungsi akibat rumah mereka masih terendam air.
Bobby memastikan penyaluran bantuan logistik dari Pemprov Sumut berjalan tanpa hambatan dan menjangkau seluruh wilayah terdampak.
Camat Gebang, Sofyan Tarigan, melaporkan bahwa banjir melanda enam desa: Kelurahan Pekan Gebang, Desa Puluh Manis, Sangga Lima, Dorang, Air Hitam, dan Paya Bengkuang.
Enam titik pengungsian telah dibuka di kantor perusahaan, masjid, dan rumah warga. Hingga saat ini, Desa Air Hitam dan Paya Bengkuang masih terendam, dengan 170 warga masih mengungsi.
“Sebelumnya hampir seribu orang mengungsi, namun sebagian sudah kembali seiring surutnya air,” kata Sofyan.
Ia menyebut banjir yang terjadi sejak 26 November 2025 sempat mencapai ketinggian 1,5 meter, namun tidak menimbulkan korban jiwa. Untuk layanan kesehatan, Pemerintah Kabupaten Langkat menyiagakan tenaga medis di setiap pos pengungsian.
“Petugas kesehatan berjaga 24 jam untuk memantau kondisi warga. Semua pengungsi mendapat perhatian penuh,” ujarnya.(Akbar)












