TERITORIAL24.COM, TAPANULI TENGAH — Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution meninjau lokasi paling terdampak banjir dan longsor di Kelurahan Hutanabolon, Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah, Jumat, 26 Desember 2025.
Bobby memastikan pemerintah akan membenahi rumah warga serta infrastruktur yang rusak akibat bencana tersebut.
Hutanabolon sempat terisolasi hampir dua pekan akibat material longsor yang menutup akses jalan. Lumpur, kayu, dan bebatuan besar menghambat mobilitas warga serta distribusi bantuan.
Setelah akses terbuka, Bobby mendatangi wilayah itu untuk melihat langsung kondisi permukiman dan fasilitas umum.
Bobby mengatakan rumah warga yang mengalami kerusakan akan mendapatkan bantuan sesuai tingkat kerusakan.
Rumah rusak ringan akan menerima bantuan Rp15 juta, rusak sedang Rp30 juta, dan rusak berat Rp60 juta.
Sementara warga yang kehilangan rumah dan tanah akan direlokasi ke hunian layak huni.
“Termasuk infrastruktur dan fasilitas umum akan kita perbaiki,” kata Bobby saat bertemu warga terdampak.
Pemerintah Provinsi Sumatera Utara juga tengah membangun 118 unit hunian tetap bagi korban bencana di Kecamatan Pinangsori. Menurut Bobby, lokasi hunian dipastikan aman dari ancaman longsor dan banjir. Penentuan lokasi relokasi diserahkan kepada pemerintah kabupaten.
Bupati Tapanuli Tengah Masinton Pasaribu yang mendampingi Bobby mengatakan pemulihan pascabencana dilakukan bersama unsur TNI, Polri, dan masyarakat. Perbaikan akses jalan dan fasilitas umum terus dilakukan untuk mempercepat pemulihan aktivitas warga.
Selain meninjau lokasi, Bobby menyerahkan bantuan logistik, bantuan untuk posko pengungsian di Masjid Al-Huda, serta hadiah Natal bagi anak-anak di Hutanabolon.
Seorang warga Hutanabolon, Irma Tanjung, mengatakan telah tinggal di pengungsian selama satu bulan setelah rumahnya tersapu longsor. Ia berharap relokasi hunian tetap tidak terlalu jauh dari lokasi tempat tinggal sebelumnya. “Kalau bisa jangan jauh-jauh dari sini,” ujarnya.
Bencana banjir dan longsor di Tapanuli Tengah menyebabkan ratusan warga mengungsi serta merusak permukiman dan infrastruktur di sejumlah kecamatan.












