Ia menjelaskan, panjang tanggul yang akan dibangun diperkirakan mencapai 400 hingga 600 meter di setiap titik, dengan prioritas pada wilayah berisiko tinggi.
Namun, tantangan di lapangan masih ada, terutama terkait kondisi permukiman padat dan kebutuhan persetujuan warga.
“Dukungan masyarakat sangat penting agar proses pembangunan berjalan lancar dan cepat,” ujar Gibson.
Langkah percepatan ini diharapkan tidak hanya memperkuat perlindungan kawasan dari ancaman banjir, tetapi juga menjadi bagian dari pembangunan infrastruktur berkelanjutan yang lebih tangguh di wilayah pesisir Tapanuli Tengah.(Anggi)












