Sumatera Utara

Guru di Pulau Terluar “Curhat” ke Gubernur Bobby, Sekolah Bocor & Gaji Tersendat — Solusinya Datang di Hari Guru

234
×

Guru di Pulau Terluar “Curhat” ke Gubernur Bobby, Sekolah Bocor & Gaji Tersendat — Solusinya Datang di Hari Guru

Sebarkan artikel ini

TERITORIAL24.COM, MEDAN — Hari Guru Nasional 2025 ikut membawa angin perubahan sampai ke Pulau Simuk, salah satu pulau terluar dan paling terpencil di Sumatera Utara.

Dalam dialog daring bersama Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution, Selasa (25/11/2025), Kepala Sekolah SMAN 1 Satu Atap Pulau Simuk, Velisia Laia, menyampaikan keluh-kesah yang selama ini hanya bisa ditahan angin laut.

Velisia mengungkapkan kondisi sekolahnya yang jauh dari kata layak. Ia menyebut beberapa bangunan rusak, terutama atap yang bocor.

“Kondisinya begini Pak, bangunannya kurang baik, atap bocor,” kata Velisia, menggambarkan situasi yang kerap membuat belajar mengajar berlangsung sambil waspada tetesan air.

Bukan itu saja, gaji guru di Simuk juga kerap terlambat karena tidak adanya fasilitas perbankan.

Gaji harus dibawa tunai dari pulau lain—yang artinya, para guru terikat jadwal alam. Kalau cuaca buruk, gaji ikut terombang-ambing.

Mendengar itu, Bobby langsung menyiapkan “kado” Hari Guru. Ia memastikan sekolah di Pulau Simuk akan diperbaiki mulai 2026. “Untuk sekolahnya, 2026 nanti keinginan kita SMAN 1 Satu Atap Pulau Simuk tak ada bolong-bolong lagi,” ujarnya dari Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubernur Sumut.

Bobby juga menjanjikan tambahan pendapatan melalui tunjangan daerah terpencil (Dacil).

“Untuk guru-gurunya akan ditambah melalui tunjangan Dacil,” katanya, disambut sorakan para guru yang hadir—tanda kabar baik memang lebih enak didengar langsung.

Masalah klasik soal pencairan gaji juga mendapat solusi. Bobby meminta Bank Sumut membangun fasilitas perbankan di Pulau Simuk, minimal ATM.

“Jangan sampai gajian gurunya harus nunggu cuaca. Kalau hujan, masak tak gajian,” tegasnya.

Wakil Gubernur Sumut, Surya, turut menyapa guru dan murid di Simuk. Ia memberi semangat agar para guru tetap berdedikasi.

“Saya pernah jadi guru juga, jadi tetap semangat memberikan ilmu,” ucapnya. Ia juga mengingatkan murid agar menghormati guru sepanjang hayat.

Acara ini turut dihadiri Ketua TP PKK Sumut Kahiyang Ayu, Staf Ahli I TP PKK Sumut Titiek Sugiharti, dan sejumlah OPD Pemprov Sumut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *