Hasan menambahkan bahwa amanah sebagai caretaker bukan sekadar jabatan sementara, tetapi merupakan tanggung jawab moral dan ideologis bagi kader KAMMI di Sumatera Utara.
> “KAMMI bukan milik sekelompok orang, tapi milik perjuangan Islam, bangsa, dan negara yang harus kita jaga bersama,” tegasnya.
Putra asli Medan itu juga optimistis seluruh pengurus dan kader KAMMI se-Sumatera Utara akan solid mendukung keputusan PP KAMMI.
Ia memastikan bahwa dalam waktu dekat akan segera dilakukan konsolidasi dengan 12 Pengurus Daerah KAMMI se-Sumatera Utara untuk menyukseskan Muswilub.
Dengan penunjukan caretaker ini, KAMMI Sumatera Utara diharapkan kembali kokoh menjadi wadah pembinaan kader bangsa yang berkomitmen terhadap nilai Islam, keadilan, dan kemajuan peradaban.***












