Aspirasi Masyarakat dan Manfaat yang Diharapkan
Dukungan hibah sebesar Rp250 juta tersebut menjadi bagian dari tindak lanjut terhadap aspirasi masyarakat terkait kebutuhan pembenahan fasilitas Masjid Ar-Rahman.
Bagi masyarakat di sekitar Medan Polonia, keberadaan masjid tersebut memiliki peran penting dalam kehidupan sosial dan keagamaan.
Selain menjadi tempat salat, masjid juga dimanfaatkan untuk kegiatan pengajian, pembinaan keagamaan dan berbagai aktivitas kemasyarakatan.
Usman menegaskan, setiap dukungan anggaran pemerintah harus dimanfaatkan sesuai peruntukan dan ketentuan yang berlaku.
“Kita tentu berharap bantuan ini digunakan sebaik-baiknya, transparan dan sesuai peruntukannya. Yang paling penting adalah manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh jamaah dan masyarakat,” ujar Usman.
Ia berharap pembangunan dan renovasi Masjid Ar-Rahman dapat meningkatkan kenyamanan jamaah sekaligus memperkuat peran masjid sebagai pusat pembinaan umat.
“Semoga pembangunan ini berjalan dengan baik dan menjadi amal jariyah bagi semua pihak yang terlibat. Pemerintah, masyarakat dan pengurus masjid harus terus bersinergi agar fasilitas ini dapat memberikan manfaat dalam jangka panjang,” pungkasnya.
Bukan Sekadar Bangunan
Pada akhirnya, pembangunan dan renovasi masjid bukan hanya tentang memperbaiki dinding, memperluas ruangan atau melengkapi fasilitas.
Lebih dari itu, setiap perbaikan diharapkan menghadirkan tempat yang semakin nyaman bagi warga untuk bersujud, belajar, bersilaturahmi dan menumbuhkan kepedulian terhadap sesama.
Bantuan Rp250 juta tersebut diharapkan menjadi bagian dari ikhtiar bersama untuk menjaga Masjid Ar-Rahman tetap hidup sebagai rumah ibadah sekaligus ruang kebersamaan masyarakat.
Sebab, ketika sebuah masjid tumbuh dan terawat, yang dibangun bukan hanya fisiknya, tetapi juga harapan agar kehidupan keagamaan dan sosial masyarakat di sekitarnya semakin kuat.***












