Bisnis dan Teknologi

Inflasi Sumut Turun, Pemprov Klaim Intervensi Pasar Berhasil Bikin Cabai Tak “Pedas” di Kantong

423
×

Inflasi Sumut Turun, Pemprov Klaim Intervensi Pasar Berhasil Bikin Cabai Tak “Pedas” di Kantong

Sebarkan artikel ini

TERITORIAL24.COM, MEDAN – Ada kabar lumayan adem dari Sumatera Utara. Setelah beberapa bulan bikin kepala rakyat cenat-cenut, angka inflasi di Sumut akhirnya turun juga. Dari yang tadinya 5,32 persen, kini jadi 4,97 persen per Oktober 2025. Bukan penurunan yang bikin heboh sih, tapi lumayanlah — minimal harga cabai merah nggak lagi terasa kayak emas batangan.

Kepala Biro Perekonomian Setdaprov Sumut, Poppy Marulita Hutagalung, bilang penurunan ini bukan kebetulan.

Katanya, ini hasil kerja bareng Pemprov, TPID, Satgas Pangan, dan sejawat di kabupaten/kota yang belakangan sibuk intervensi pasar. Semua itu bagian dari Program Jaminan Kestabilan Harga Komoditi Pertanian (Jaskop), salah satu program andalan Gubernur Bobby Nasution.

“Komoditas penyumbang inflasi masih didominasi cabai merah dan emas perhiasan,” ujar Poppy, saat temu pers di kantor gubernur, Rabu (5/11/2025). Dua komoditas yang sama-sama bikin dompet panas, tapi alasannya beda.

Poppy menjelaskan, Pemprov Sumut terus nerapin strategi 4K: Ketersediaan pasokan, Kelancaran distribusi, Keterjangkauan harga, dan Komunikasi efektif.

Intinya, kalau cabai habis, bukan cuma petani yang disalahin — tapi rantai distribusi dan informasi juga diaudit.

Salah satu trik yang mereka lakukan adalah Kerja Sama Antar Daerah (KAD), plus Operasi Pasar Murah biar harga nggak naik sesuka hati. BUMD juga ikut main peran: nyetok cabai merah dari Jawa buat menahan harga biar nggak makin “membara”.

Biar makin transparan, Pemprov juga nyuruh setiap pasar pasang informasi harga resmi: dari Harga Eceran Tertinggi (HET) sampai Harga Acuan Penjualan (HAP). Sekarang sudah ada 77 pasar di 26 kabupaten/kota yang pasang daftar harga ini. Jadi kalau nemu harga cabai kayak harga iPhone, pembeli bisa langsung protes dengan bukti.

Sementara itu, dari sisi produksi, Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura Sumut Yusfahri memastikan bahwa stok pangan Sumut aman terkendali.

November ini, produksi beras diperkirakan 243 ribu ton, sementara kebutuhan cuma 140 ribu ton. Alias, surplus besar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *