Hukum & Kriminal

‎Jambret Cepat Gerak, Polisi Lebih Cepat! Guru Jadi Korban, Ponsel Amblas, Pelaku Langsung Dijemput di Halte ‎

433
×

‎Jambret Cepat Gerak, Polisi Lebih Cepat! Guru Jadi Korban, Ponsel Amblas, Pelaku Langsung Dijemput di Halte ‎

Sebarkan artikel ini

‎Diciduk Kurang dari 24 Jam, Sang Bandit Jalanan Sempat Nangkring di Halte Sudirman Bawa Barang Curian

‎DSH (34),pelaku jambret(foto:Humas Polres Tebing Tinggi)

TERITORIAL24.COM,TEBING TINGGI – Mau jadi penjahat di Kota Tebing Tinggi? Pikir-pikir lagi, bro!…Belum sempat menikmati hasil kejahatan, DSH (34), si pelaku jambret yang beraksi bak ninja di siang bolong, kini harus merasakan dinginnya lantai penjara.

‎Aksinya di Jalan Kumpulan Pane, Kelurahan Pasar Baru, Senin sore (10/11/2025), harus berakhir tragis.

Kasat Reskrim Polres Tebing Tinggi, AKP Budi Sihombing, SH – sang komandan yang tak suka basa-basi – menegaskan, timnya hanya butuh kurang dari 24 jam untuk menciduk sang residivis jalanan. Gercep level dewa!.

‎Korbannya kali ini bukan sembarangan, seorang guru bernama Farida (40).

Bayangkan, baru saja turun dari becak, hendak membayar ongkos, dompet sudah di tangan kiri.

Tiba-tiba, wusss! Seorang pengendara motor tanpa pelat (sudah pasti niatnya busuk) datang dari samping dan sikat habis dompet tersebut.

‎Korban teriak? Jelas! Tapi, apa daya, jalanan sepi.

Pelaku kabur dengan gaya bebas membawa Samsung Galaxy A23 dan uang tunai Rp260.000.

‎Pada Selasa dini hari (11/11), saat dia mungkin sedang membayangkan gaya hidup baru dengan hasil curian, Tim Opsnal Sat Reskrim Polres Tebing Tinggi datang. Lokasi penangkapan Sebuah halte di Jalan Sudirman.

‎Pelaku diamankan tanpa perlawanan. Siapa yang mau melawan ketika nasib sudah di ujung tanduk? Handphone curian, si barang bukti nyentrik, ikut diamankan.

‎Kini, DSH resmi menjadi “tahanan negara” di Mapolres Tebing Tinggi dan dijerat dengan Pasal Pencurian dengan Kekerasan.

‎Pesan buat para bandit kelas teri: Polisi Tebing Tinggi sudah pasang mode ‘Gerak Cepat Maksimal’.

Lebih baik cari kerja halal, daripada berakhir meringkuk di balik jeruji besi hanya karena sepotong handphone dan uang receh.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *