Religi

Jangan Ukur Pertolongan Allah dengan Hitungan Manusia ‎

226
×

Jangan Ukur Pertolongan Allah dengan Hitungan Manusia ‎

Sebarkan artikel ini

‎Oleh: Assoc. Prof. Dr. H. Usman Jakfar, Lc., M.A.

Assoc. Prof. Dr. H. Usman Jakfar, Lc., M.A., dalam refleksi “Jangan Ukur Pertolongan Allah dengan Hitungan Manusia”.

‎Karena itu, jangan terlalu cepat menyimpulkan masa depan hanya berdasarkan apa yang terlihat hari ini.

‎Kita hanya melihat kemampuan kita.

‎Allah melihat seluruh jalan.

‎Kita menghitung kekuatan manusia.

‎Allah mengatur sebab-sebab yang bahkan belum kita ketahui.

‎Kita melihat pintu yang tertutup.

‎Allah mengetahui pintu lain yang sedang disiapkan untuk terbuka.

‎Jangan Biarkan Ketakutan Mengalahkan Keyakinan

‎Allah kemudian menggambarkan kondisi mereka:

‎«كَأَنَّمَا يُسَاقُونَ إِلَى الْمَوْتِ وَهُمْ يَنظُرُونَ»

‎‎“Seolah-olah mereka sedang digiring kepada kematian, sedang mereka melihatnya.”

‎Betapa kuat gambaran tersebut.

‎Ketakutan terkadang membuat sesuatu yang belum terjadi terasa seolah-olah sudah pasti terjadi.

‎Belum gagal, tetapi sudah merasa akan gagal.

‎Belum kalah, tetapi sudah merasa kalah.

‎Belum menghadapi masalah, tetapi pikiran sudah membayangkan kehancuran.

‎Inilah salah satu jebakan ketakutan: ia membuat kita menilai masa depan hanya berdasarkan kelemahan hari ini.

‎Padahal manusia tidak mengetahui apa yang Allah siapkan setelah satu langkah keberanian.

‎Kebenaran Tidak Selalu Datang Bersama Kenyamanan

‎Ada hal-hal dalam hidup yang benar, tetapi tidak nyaman.

‎Menjaga kejujuran mungkin membuat kita kehilangan keuntungan.

‎Mempertahankan prinsip mungkin membuat kita kehilangan sebagian teman.

‎Memilih jalan yang halal mungkin terasa lebih lambat.

‎Berbuat benar mungkin tidak langsung mendapatkan penghargaan.

‎Namun, seorang mukmin tidak menjadikan kenyamanan sebagai satu-satunya ukuran kebenaran.

‎Sebab jalan Allah tidak selalu mudah, tetapi selalu memiliki arah.

‎Yang terpenting bukan apakah perjalanan itu tanpa rasa takut.

‎Yang terpenting adalah apakah kita tetap berjalan ketika rasa takut itu hadir.

‎Pertolongan Allah Datang dari Arah yang Tidak Disangka

‎Pelajaran dari Badar menjadi semakin indah ketika kita melihat kelanjutan ayat-ayatnya.

‎Apa yang awalnya tampak berat ternyata membawa pertolongan Allah. Dalam ayat berikutnya, Allah menyampaikan kabar tentang salah satu dari dua kebaikan yang akan diperoleh kaum Muslimin. Kemudian dalam ayat 9 disebutkan pertolongan dengan seribu malaikat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *