Karena itu, jangan terlalu cepat menyimpulkan masa depan hanya berdasarkan apa yang terlihat hari ini.
Kita hanya melihat kemampuan kita.
Allah melihat seluruh jalan.
Kita menghitung kekuatan manusia.
Allah mengatur sebab-sebab yang bahkan belum kita ketahui.
Kita melihat pintu yang tertutup.
Allah mengetahui pintu lain yang sedang disiapkan untuk terbuka.
Jangan Biarkan Ketakutan Mengalahkan Keyakinan
Allah kemudian menggambarkan kondisi mereka:
«كَأَنَّمَا يُسَاقُونَ إِلَى الْمَوْتِ وَهُمْ يَنظُرُونَ»
“Seolah-olah mereka sedang digiring kepada kematian, sedang mereka melihatnya.”
Betapa kuat gambaran tersebut.
Ketakutan terkadang membuat sesuatu yang belum terjadi terasa seolah-olah sudah pasti terjadi.
Belum gagal, tetapi sudah merasa akan gagal.
Belum kalah, tetapi sudah merasa kalah.
Belum menghadapi masalah, tetapi pikiran sudah membayangkan kehancuran.
Inilah salah satu jebakan ketakutan: ia membuat kita menilai masa depan hanya berdasarkan kelemahan hari ini.
Padahal manusia tidak mengetahui apa yang Allah siapkan setelah satu langkah keberanian.
Kebenaran Tidak Selalu Datang Bersama Kenyamanan
Ada hal-hal dalam hidup yang benar, tetapi tidak nyaman.
Menjaga kejujuran mungkin membuat kita kehilangan keuntungan.
Mempertahankan prinsip mungkin membuat kita kehilangan sebagian teman.
Memilih jalan yang halal mungkin terasa lebih lambat.
Berbuat benar mungkin tidak langsung mendapatkan penghargaan.
Namun, seorang mukmin tidak menjadikan kenyamanan sebagai satu-satunya ukuran kebenaran.
Sebab jalan Allah tidak selalu mudah, tetapi selalu memiliki arah.
Yang terpenting bukan apakah perjalanan itu tanpa rasa takut.
Yang terpenting adalah apakah kita tetap berjalan ketika rasa takut itu hadir.
Pertolongan Allah Datang dari Arah yang Tidak Disangka
Pelajaran dari Badar menjadi semakin indah ketika kita melihat kelanjutan ayat-ayatnya.
Apa yang awalnya tampak berat ternyata membawa pertolongan Allah. Dalam ayat berikutnya, Allah menyampaikan kabar tentang salah satu dari dua kebaikan yang akan diperoleh kaum Muslimin. Kemudian dalam ayat 9 disebutkan pertolongan dengan seribu malaikat.












