Religi

Jangan Ukur Pertolongan Allah dengan Hitungan Manusia ‎

227
×

Jangan Ukur Pertolongan Allah dengan Hitungan Manusia ‎

Sebarkan artikel ini

‎Oleh: Assoc. Prof. Dr. H. Usman Jakfar, Lc., M.A.

Assoc. Prof. Dr. H. Usman Jakfar, Lc., M.A., dalam refleksi “Jangan Ukur Pertolongan Allah dengan Hitungan Manusia”.

‎Seolah-olah Allah sedang mengajarkan kepada kita:

‎Jangan berhenti menilai cerita ketika baru membaca satu halaman.

‎Apa yang hari ini tampak sebagai kesulitan, bisa menjadi jalan menuju pertolongan.

‎Apa yang hari ini tampak sebagai kehilangan, bisa menjadi awal dari sesuatu yang lebih baik.

‎Apa yang hari ini membuat kita menangis, bisa menjadi bagian dari proses Allah mendewasakan hati.

‎Maka jangan ukur pertolongan Allah dengan hitungan manusia.

‎Kita Hanya Diminta Melangkah

‎Dalam kehidupan, kita sering menunggu semuanya sempurna sebelum berani bergerak.

‎Menunggu kuat.

‎Menunggu kaya.

‎Menunggu didukung banyak orang.

‎Menunggu keadaan ideal.

‎Padahal terkadang Allah tidak meminta kita melihat seluruh jalan.

‎Allah hanya meminta kita mengambil satu langkah yang benar.

‎Setelah itu, biarkan Allah mengatur langkah berikutnya.

‎Sebab iman bukan berarti kita tidak memiliki rasa takut.

‎Iman adalah ketika rasa takut tidak lagi menjadi penguasa keputusan kita.

‎Kita boleh menangis, tetapi jangan berhenti berharap.

‎Kita boleh takut, tetapi jangan meninggalkan kebenaran.

‎Kita boleh merasa kecil, tetapi jangan meremehkan pertolongan Allah.

‎Dan kita boleh melihat sedikitnya kekuatan kita, tetapi jangan pernah lupa bahwa kekuatan Allah tidak terbatas oleh hitungan manusia.

‎Pada akhirnya, mungkin persoalan terbesar dalam hidup bukanlah seberapa besar masalah yang kita hadapi.

‎Melainkan seberapa besar keyakinan kita kepada Allah ketika masalah itu terlihat lebih besar daripada kemampuan kita.

‎Karena terkadang Allah membawa kita keluar dari zona nyaman bukan untuk menghancurkan kita, tetapi untuk menunjukkan bahwa pertolongan-Nya jauh lebih luas daripada apa yang mampu kita hitung.

‎Jangan ukur pertolongan Allah dengan hitungan manusia.

‎Sebab ketika manusia berkata, “Tidak mungkin,” kita masih memiliki Allah yang mampu membuka jalan dari arah yang tidak pernah kita bayangkan.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *