Deli Serdang - Serdang Bedagai

Jembatan Rp5,7 Miliar di Bandar Khalipah Rawan Kecelakaan, Publik Minta KPK Usut Konsultan dan Pengawas

252
×

Jembatan Rp5,7 Miliar di Bandar Khalipah Rawan Kecelakaan, Publik Minta KPK Usut Konsultan dan Pengawas

Sebarkan artikel ini

TERITORIAL24.COM, SERDANG BEDAGAI – Jembatan penghubung yang menghubungkan Kabupaten Serdang Bedagai dengan Kabupaten Batubara di Dusun Pondok Panjang, Desa Kayu Besar, Kecamatan Bandar Khalipah, Sumatera Utara, menuai sorotan tajam dari warga.

Meski menghabiskan anggaran Rp5,7 miliar dari APBD Provinsi Sumut tahun 2023, kondisi infrastruktur itu dinilai asal jadi dan membahayakan pengendara.

Sejak rampung dibangun sekitar awal 2024 lalu, jembatan itu tak pernah benar-benar aman digunakan, terutama saat hujan. Akses jalan menuju dan keluar jembatan yang curam dan licin membuat warga kerap tergelincir. Tak hanya kendaraan roda dua, mobil pun disebut kesulitan menanjak akibat ban selip.

“Kalau hujan turun, jalan ke jembatan itu seperti jebakan. Banyak yang jatuh, termasuk saya sendiri pernah terpeleset,” kata Suherman, seorang pedagang yang saban hari melintasi jembatan tersebut, Sabtu, 19 Juli 2025.

Warga setempat bahkan terpaksa bergotong royong menimbun sisi kiri dan kanan jembatan dengan batu dan tanah agar kemiringan bisa dikurangi.

Namun, solusi swadaya itu tak banyak membantu. Jembatan tetap menjadi titik rawan kecelakaan tunggal.

“Uangnya miliaran, tapi hasilnya malah bikin celaka. Ini proyek publik atau proyek coba-coba?” ujar Herman, warga Bandar Khalipah, dengan nada geram.

Ia menyebut, sudah banyak pengendara yang terluka akibat jatuh saat melintasi jembatan.

Publik mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara turun tangan menyelidiki proyek tersebut.

Mereka mempertanyakan kualitas pengerjaan, pengawasan, hingga perencanaan teknis pembangunan yang didanai anggaran publik tersebut.

“Kami minta KPK turun ke lapangan. Periksa siapa konsultan, siapa pengawasnya. Uang rakyat jangan dihamburkan tanpa hasil,” kata Herman didampingi tokoh warga lainnya, Surya Marantika.

Dari pantauan warga, sisi kiri dan kanan jembatan masih berlubang besar. Diduga kuat, pemadatan tanah tidak dilakukan dengan baik, sehingga jalan mudah rusak. Warga menduga proses konstruksi tak sesuai spesifikasi teknis.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *