Ulfa, warga Dusun IV Desa Pekan Bandar Khalipah, mengeluhkan hal serupa. “Setiap hujan, ibu-ibu seperti saya takut lewat. Jembatan itu malah jadi sumber bahaya,” ujarnya.
Ia mempertanyakan apakah proyek senilai Rp5,7 miliar itu benar-benar diawasi dan dikerjakan sesuai aturan.
“Jangan tunggu ada korban jiwa dulu baru bertindak. Jembatan ini dibangun untuk keselamatan, bukan sekadar penyerapan anggaran,” tambahnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Provinsi Sumatera Utara terkait kondisi jembatan maupun tanggapan atas tuntutan warga.(Tim)












