Politik

Kader Pelopor PKS Sumut Dibekali Kepemimpinan Berkarakter, Coach Hadian Tekankan Potensi, Kompetensi dan Kesalehan

110
×

Kader Pelopor PKS Sumut Dibekali Kepemimpinan Berkarakter, Coach Hadian Tekankan Potensi, Kompetensi dan Kesalehan

Sebarkan artikel ini

Di tengah suasana Kembara Kemah Bela Negara Gelombang 3 di Sibolangit, kader pelopor diajak memahami bahwa kepemimpinan dimulai dari kemampuan membangun diri.

Coach H.A. Hadian, S.Pd.I., M.AP., saat memberikan materi kepemimpinan kepada kader pelopor PKS Sumatera Utara dalam Kembara (Kemah Bela Negara) Gelombang 3 di Sibolangit Camping Ground,Ahad(4/10/2026)(Ist)

DELI SERDANG | TERITORIAL24.COM-Kepemimpinan tidak lahir hanya karena seseorang berada di depan. Ia tumbuh dari proses panjang: mengenali potensi, mengasah kompetensi, membangun karakter, lalu berani mengambil tanggung jawab.

Gagasan itulah yang menjadi salah satu pesan utama Coach H.A. Hadian, S.Pd.I., M.AP., saat memberikan materi kepemimpinan kepada kader pelopor PKS Sumatera Utara dalam Kembara (Kemah Bela Negara) Gelombang 3 di Sibolangit Camping Ground,Ahad(4/10/2026).

Mengangkat tema “Membangun Kapasitas Diri untuk Menjadi Pemimpin yang Berkarakter PKS (Potensial, Kompeten, Solih)”, Hadian mengajak para kader melihat kepemimpinan bukan sekadar persoalan jabatan atau kemampuan memimpin orang lain, melainkan dimulai dari kesanggupan seseorang memimpin dirinya sendiri.

Mengenali Potensi, Mengasah Kompetensi

Setiap kader memiliki potensi yang berbeda. Namun, potensi tersebut membutuhkan proses agar dapat berkembang menjadi kemampuan yang memberikan manfaat.

Dalam materi kepemimpinan tersebut, pengembangan kapasitas diri menjadi salah satu titik penting. Kader didorong untuk terus belajar, memperluas wawasan, mengasah keterampilan dan berani mengevaluasi diri.

Sebab, tantangan kepemimpinan tidak selalu datang dalam bentuk persoalan besar.

Dalam kehidupan sehari-hari, seorang pemimpin dituntut mampu mengambil keputusan, berkomunikasi, bekerja bersama orang lain dan menghadapi perubahan.

Potensi menjadi modal awal. Kompetensi menjadi kemampuan yang dibangun melalui proses. Keduanya membutuhkan kemauan untuk terus bertumbuh.

Bukan Sekadar Mampu, tetapi Juga Berkarakter

Namun, kemampuan saja belum cukup.

Tema “Solih” yang menjadi bagian dari karakter PKS dalam materi tersebut menegaskan pentingnya dimensi moral dan keteladanan dalam kepemimpinan.

Pemimpin bukan hanya orang yang mampu memberikan arahan, tetapi juga orang yang mampu mempertanggungjawabkan arah tersebut.

Karena itu, integritas, keteladanan, tanggung jawab dan kepedulian menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kapasitas seorang pemimpin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *