Deli Serdang - Serdang Bedagai

Kasus Bayi Meninggal di RSUD Sultan Sulaiman, Warga Demo: Tuntut Direktur dan Kadis Kominfo Sergai Dicopot

424
×

Kasus Bayi Meninggal di RSUD Sultan Sulaiman, Warga Demo: Tuntut Direktur dan Kadis Kominfo Sergai Dicopot

Sebarkan artikel ini

TERITORIAL24.COM, SERDANG BEDAGAI — Suasana Senin (15/9/2025) pagi di Kantor Bupati Serdang Bedagai (Sergai) agak berbeda.

Puluhan warga yang menamakan diri Aliansi Masyarakat Sei Bamban datang berbondong-bondong, bukan untuk urus administrasi, melainkan menggelar aksi unjuk rasa buntut kasus kematian seorang bayi saat proses persalinan di RSUD Sultan Sulaiman.

Aksi ini dipicu dugaan kelalaian medis di rumah sakit milik Pemkab Sergai tersebut.

Menurut orator aksi, Yudi Napitupulu, peristiwa tragis itu dialami Tonggoria br Tambunan (31), warga Desa Bakaran Batu, Kecamatan Sei Bamban.

Ia masuk ke RSUD Sultan Sulaiman pada 6 September 2025 dini hari sekitar pukul 01.30 WIB dengan kondisi kontraksi.

Namun, pihak rumah sakit disebut hanya melakukan pemeriksaan ringan tanpa penanganan lanjutan karena dokter spesialis kandungan belum ada di tempat.

“Pasien kami dibiarkan menunggu. Baru sekitar jam 10 pagi dokter datang, langsung operasi caesar, dan bayi laki-lakinya keluar sudah tidak bernyawa. Ini jelas kelalaian,” tegas Yudi.

Suasana orasi kian emosional ketika keluarga korban, Sudianto Siregar (33)—ayah dari bayi—turut menyampaikan kesedihan. “Sebagai orang Batak, kehilangan anak laki-laki itu pukulan besar. Apalagi pihak rumah sakit sama sekali tidak pernah datang meminta maaf atau sekadar menemui kami,” ujarnya.

Selain menyoroti dugaan kelalaian medis, massa juga mempertanyakan sikap pihak rumah sakit yang dianggap tutup mulut.

Bahkan, menurut mereka, klarifikasi justru lebih banyak dilakukan oleh Dinas Kominfo Sergai melalui Media Center, bukan langsung oleh pihak RSUD.

“Ini soal nyawa, bukan soal salah ketik di berita. Kenapa Kadis Kominfo yang sibuk klarifikasi, bukan direktur rumah sakit?” kata Yudi lantang.

 

Adapun tuntutan massa cukup jelas:

 

1. Pecat Direktur RSUD Sultan Sulaiman.

2. Pecat Kadis Kominfo Sergai.

3. Usut tuntas kematian bayi pada 6 September 2025.

4. Adili tenaga medis yang terbukti lalai.

5. Evaluasi menyeluruh pelayanan kesehatan di Sergai.

 

Aksi berlangsung damai dan mendapat pengawalan ketat Satpol PP dan Polres Sergai. Di tengah keramaian, Bupati Sergai Darma Wijaya yang kebetulan sedang ada agenda di Sei Bamban, sempat menghentikan mobilnya di depan kantor.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *