Hukum & Kriminal

Ketika Laporan 110 Membuat Tawuran Dini Hari di Asahan Bubar dan Seorang Remaja Diamankan Polisi

87
×

Ketika Laporan 110 Membuat Tawuran Dini Hari di Asahan Bubar dan Seorang Remaja Diamankan Polisi

Sebarkan artikel ini

TERITORIAL24.COM, ASAHAN – Dini hari seharusnya menjadi waktu orang-orang memejamkan mata. Namun, bagi sejumlah remaja di Kabupaten Asahan, Kamis (18/6/2026), pukul dua lewat sedikit, jam biologis mereka tampaknya masih disetel untuk urusan yang jauh dari kata tidur nyenyak: tawuran.

Keributan antar kelompok remaja itu terjadi di kawasan Jalan Sisingamangaraja. Beruntung, ada warga yang memilih tidak menjadi penonton pasif. Laporan pun meluncur ke layanan Call Center 110.

Sekitar pukul 02.28 WIB, Tim Khusus Geng Motor (Timsus Gemot) Polres Asahan langsung bergerak menuju lokasi.

Ketika petugas tiba, suasana panas yang sebelumnya terjadi sudah mulai mereda. Polisi kemudian melakukan penyisiran untuk memastikan keadaan benar-benar terkendali.

Dari keterangan warga sekitar, memang benar telah terjadi bentrokan antar kelompok remaja. Hasil penyisiran itu membuahkan satu temuan penting: seorang remaja yang diduga terlibat dalam aksi tawuran berhasil diamankan. Bukan hanya itu, petugas juga menemukan senjata tajam yang diduga digunakan dalam perkelahian tersebut.

Remaja tersebut kemudian dibawa ke Mapolres Asahan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Sementara itu, situasi di sekitar Jalan Sisingamangaraja dipastikan kembali aman dan kondusif.

Kapolres Asahan AKBP Revi Nurvelani mengatakan pihaknya akan terus merespons laporan masyarakat secara cepat dan profesional.

Menurutnya, kehadiran polisi di tengah masyarakat merupakan bagian dari upaya memberikan rasa aman sekaligus membangun kepercayaan publik.

Di tengah maraknya aksi tawuran dan kenakalan remaja yang kerap muncul ketika sebagian besar orang sedang terlelap, polisi juga mengingatkan peran orang tua agar tidak kalah penting.

Sebab, jam menunjukkan pukul dua dini hari semestinya menjadi waktu anak-anak berada di rumah, bukan justru sibuk saling kejar dengan senjata tajam di jalanan.

Bagaimanapun, laporan sederhana dari warga melalui nomor 110 dini hari itu membuktikan satu hal: kadang sebuah telepon singkat bisa lebih ampuh menghentikan keributan daripada membiarkannya menjadi tontonan yang berpotensi berujung petaka.(Akbar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *