TERITORIAL24.COM,MANADO-Musibah melanda perairan Sulawesi Utara pada Minggu (21/7/2024), ketika kapal penumpang KM Barcelona 5 terbakar saat dalam pelayaran dari Kepulauan Talaud menuju Kota Manado.
Peristiwa nahas ini menewaskan sedikitnya tiga orang dan menyebabkan dua orang lainnya hilang.
Sementara itu, lebih dari 500 penumpang berhasil diselamatkan dalam operasi evakuasi besar-besaran.
Kebakaran terjadi sekitar pukul 13.00 WITA di dekat perairan Talise. Saat api mulai membesar, para penumpang dilaporkan panik dan melompat ke laut dengan mengenakan jaket pelampung.
“Kami melihat api dari ruang mesin dan mulai menyebar ke seluruh bagian kapal,” ujar salah satu penumpang yang selamat.
TNI Angkatan Laut, Basarnas, dan sejumlah nelayan sekitar terlibat langsung dalam proses evakuasi.
Komandan Komando Armada TNI AL, Laksamana Muda Denih Hendrata, menyampaikan bahwa tiga kapal milik TNI AL diterjunkan untuk membantu penyelamatan.
“Kami fokus pada evakuasi dan pencarian dua orang yang masih dinyatakan hilang,” ujarnya dalam keterangan resmi.
Menurut data sementara, sebanyak 575 orang berhasil diselamatkan, termasuk seorang bayi berusia dua bulan yang sempat mengalami gangguan pernapasan namun kini sudah dalam kondisi stabil di rumah sakit.
Sebelumnya, otoritas menyatakan jumlah penumpang hanya 284 orang. Namun, angka penyintas yang jauh melebihi daftar manifes mengindikasikan potensi pelanggaran kapasitas atau lemahnya sistem pencatatan penumpang.
Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) juga telah merilis foto-foto dramatis dari lokasi kejadian.
Memperlihatkan asap hitam pekat dan kobaran api besar yang membakar badan kapal.
Beberapa penumpang terlihat melompat ke laut dengan penuh ketakutan.
Kapal KM Barcelona 5 diketahui sedang menempuh rute reguler dari Melonguane ke Manado yang biasanya memakan waktu sekitar 10 jam. Kapal tersebut memiliki kapasitas maksimal 600 orang.
Indonesia sebagai negara kepulauan kerap menghadapi masalah keselamatan pelayaran.
Kasus kelebihan muatan dan kelalaian teknis kerap menjadi penyebab utama musibah di laut.












