Pada 2026, pengerjaan penggantian bantalan difokuskan di 28 lokasi jembatan yang tersebar di sejumlah lintas, seperti Medan–Tanjung Balai, Kisaran–Rantau Prapat, Medan–Binjai, serta Tebing Tinggi–Kisaran.
Pengalihan beban komponen prasarana ke material ramah lingkungan ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang KAI untuk menghadirkan layanan transportasi massal yang aman, handal, dan berwawasan lingkungan.
“Di samping menjamin keandalan dan keselamatan perjalanan kereta api, pemeliharaan prasarana berbasis material ramah lingkungan ini sekaligus menjadi komitmen KAI Divre I Sumatera Utara dalam menekan emisi karbon dan menjaga kelestarian ekosistem hutan secara berkelanjutan,” tutup Anwar.(Anggi)












