Menurutnya, CSR tidak seharusnya hanya menjadi program formalitas, tetapi harus mampu menjawab kebutuhan riil masyarakat di sekitar perusahaan.
“Harapan saya, dibagi mana yang menjadi proyeknya Pemkab Batubara, mana yang menjadi tanggung jawab INALUM lewat CSR-nya. Supaya pembangunan di Batubara ini merata. Tidak ada lagi jalan yang hancur. Semua mulus,” tegasnya.
Ia menilai, pemerataan pembangunan tidak cukup hanya dengan memperbaiki infrastruktur di kawasan tertentu. Jalan yang layak harus dapat dinikmati masyarakat hingga ke wilayah perkampungan.
Perusahaan Besar, Manfaat Harus Dirasakan Masyarakat
Lebih lanjut, Usman menegaskan bahwa keberadaan perusahaan berskala besar di Batubara harus memberikan dampak nyata bagi masyarakat setempat.
Pembangunan jalan yang baik menjadi salah satu bentuk manfaat yang dapat dirasakan langsung, karena berkaitan dengan mobilitas warga, aktivitas ekonomi, serta akses terhadap pelayanan publik.
“PT besar ada di Batubara, maka manfaatnya harus dirasakan langsung oleh masyarakat Batubara,” ungkap Usman.
Pernyataan tersebut menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah dan dunia usaha dalam mendorong pembangunan daerah.
Keberadaan investasi besar perlu diikuti dengan perencanaan yang terukur agar manfaatnya tidak hanya terpusat pada kawasan tertentu.
Usman berharap kunjungan ke PT INALUM menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi pembangunan infrastruktur di Kabupaten Batubara.
Ia menginginkan pembangunan yang lebih merata, sehingga tidak ada lagi kampung yang tertinggal dan masyarakat dapat menikmati akses jalan yang layak.***












