Religi

Kurikulum Hidup dari Umar bin Khattab: Belajarlah Sebelum Jadi Pemimpin ‎

61
×

Kurikulum Hidup dari Umar bin Khattab: Belajarlah Sebelum Jadi Pemimpin ‎

Sebarkan artikel ini

‎Oleh: Assoc. Prof. Dr. H. Usman Jakfar, Lc., M.A.

Assoc. Prof. Dr. H. Usman Jakfar, Lc., M.A., mengulas pesan Umar bin Khattab tentang pentingnya ilmu sebelum kepemimpinan, sebagai bekal membangun pribadi yang matang, amanah, dan bijaksana dalam menjalankan tanggung jawab(Ist)

‎Maka jangan menunggu menjadi tokoh untuk mulai membaca.

‎Jangan menunggu menjadi pemimpin untuk mulai memahami.

‎Dan jangan menunggu menghadapi persoalan besar untuk menyadari bahwa bekal ilmu ternyata masih terlalu sedikit.

‎Kesempatan belajar yang dimiliki hari ini mungkin jauh lebih luas daripada kesempatan yang akan tersedia ketika tanggung jawab semakin besar.

‎Ketika Jabatan Membuat Seseorang Sulit Menjadi Murid

‎Ada satu jebakan yang sering mengiringi kedudukan: gengsi.

‎Ketika seseorang sudah terbiasa dipanggil “Pak”, “Ustaz”, “Ketua”, “Pimpinan”, atau dengan berbagai gelar kehormatan, terkadang muncul tekanan untuk selalu terlihat mengetahui segala sesuatu.

‎Padahal tidak ada manusia yang mengetahui semua hal.

‎Mengatakan “saya belum tahu” bukan kehinaan. Bertanya bukan tanda kelemahan. Duduk di hadapan guru untuk belajar bukan pula tanda bahwa seseorang kehilangan wibawa.

‎Justru sebaliknya.

‎Orang yang berilmu memahami batas pengetahuannya.

‎Yang berbahaya adalah ketika seseorang tidak mengetahui, tetapi malu bertanya; tidak memahami, tetapi tetap berbicara; bahkan tidak menguasai persoalan, tetapi merasa harus selalu memiliki jawaban.

‎Di situlah kebodohan dapat berubah menjadi keberanian yang salah arah.

‎Karena itu, belajarlah sebelum kedudukan membuat kita terlalu sibuk untuk menjadi murid.

‎Sebelum Sibuk Memimpin, Sibukkan Diri dengan Belajar

‎Ungkapan “qabla an tusawwadu” dipahami dalam konteks menjadi orang yang memiliki kedudukan atau kepemimpinan. Dalam penjelasan ulama, terdapat pula pembahasan mengenai makna dan konteks lafaz tersebut.

‎Apa pun rincian penafsirannya, pesan pendidikannya tetap sangat kuat:

‎persiapkan diri sebelum tanggung jawab datang.

‎Sebelum memimpin organisasi, belajarlah.

‎Sebelum menjadi pejabat, belajarlah.

‎Sebelum menjadi guru, belajarlah.

‎Sebelum menjadi kepala keluarga, belajarlah.

‎Sebelum dipercaya mengurus kepentingan masyarakat, belajarlah.

‎Sebab semakin besar amanah yang dipikul, semakin besar pula kebutuhan seseorang terhadap ilmu dan kebijaksanaan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *