Dalam pertemuan tersebut, Ustaz Muslim mengingatkan bahwa kehidupan dunia bersifat sementara.
Harta, keluarga, jabatan dan berbagai hal yang dimiliki manusia pada akhirnya akan ditinggalkan.
“Hidup ini sangat singkat. Semua akan kita tinggalkan, baik harta, keluarga maupun jabatan. Yang akan kita bawa hanyalah amal,” terang Ustaz Muslim kepada media, Rabu (15/7/2026).
Ia mengajak agar pengalaman masa lalu dijadikan pelajaran dan momentum untuk memperbaiki diri dengan memperbanyak amal serta ibadah.
Dari Perselisihan Menuju Silaturahmi
Menurut keterangan Ustaz Muslim, Saiful menyambut baik hubungan persaudaraan yang kini terjalin.
Saiful disebut menyatakan kesediaannya untuk terus menerima nasihat, mengikuti kegiatan pengajian serta menjaga hubungan silaturahmi.
Ustaz Muslim juga menyebut Saiful berkomitmen menjalin persaudaraan dengan dirinya dan rekan-rekan seperjuangan dalam kegiatan dakwah.
Perjalanan keduanya menjadi gambaran bahwa sebuah konflik tidak selalu harus berakhir dengan permusuhan berkepanjangan.
Perdamaian yang dilandasi kesadaran dan komitmen untuk memperbaiki diri dapat membuka jalan menuju hubungan yang lebih baik.
Nasihat, komunikasi dan sikap saling memaafkan juga dapat menjadi jembatan untuk mengubah perselisihan menjadi persaudaraan.
Dari lawan menjadi kawan, dari perselisihan menuju silaturahmi. Ustaz Muslim berharap hubungan yang telah terjalin dapat terus dijaga dan membawa manfaat bagi masyarakat.
“Semoga persaudaraan ini dirahmati dan diberkahi Allah SWT, serta menjadi jalan menuju kebaikan bagi kita semua,” harapnya.***












