Mereka merindukan suasana ibadah yang penuh berkah, seperti puasa, tarawih, tadarus Al-Qur’an, dan doa-doa yang dipanjatkan di malam-malam Ramadhan.
“Kesedihan ini bukan karena duniawi, melainkan karena takut kehilangan kesempatan meraih pahala yang berlipat ganda. Mereka berharap agar bisa bertemu Ramadan lagi tahun depan atau bahkan ingin Ramadan berlangsung sepanjang tahun,” ujar Ustadz Muslim.
Ia menambahkan bahwa setelah Ramadan, umat Islam memasuki bulan Syawal yang berarti ‘meningkat’.
“Bulan ini menjadi momentum untuk terus meningkatkan ketakwaan, keikhlasan, dan amal ibadah setelah ditempa selama sebulan penuh di Ramadan,” tutupnya.
Ustadz Muslim berharap agar umat Islam berada dalam golongan ketiga, yaitu mereka yang merindukan Ramadan dan terus berusaha meningkatkan ketakwaan.
“Semoga kita semua mendapatkan rahmat, berkah, dan ampunan dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Aamiin,” pungkasnya.***












