TERITORIAL24.COM, MEDAN – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional (Divre) I Sumatera Utara mencatat peningkatan volume penumpang pada hari pertama periode libur sekolah semester genap tahun ajaran 2025/2026.
Hingga Sabtu (20/6), sebanyak 7.725 tiket kereta api (KA) telah terjual untuk berbagai kota tujuan di wilayah Sumatera Utara.
Manager Humas Divre I Sumut, Anwar Yuli Prastyo, mengungkapkan bahwa dari total tiket yang terjual pada hari pertama tersebut, sebanyak 830 di antaranya merupakan penumpang KA Sribilah Fakultatif relasi Medan – Rantauprapat (pergi-pulang/PP). Para penumpang pada rute ini berkesempatan menikmati harga spesial berkat diskon sebesar 30% yang diberikan oleh Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan sebagai bentuk stimulus ekonomi.
“Hari ini sudah mulai terlihat adanya peningkatan penumpang, mungkin karena banyak institusi pendidikan yang telah menyelesaikan kegiatan belajar mengajarnya pada semester genap dan anak-anak sudah mulai libur sekolah,” ujar Anwar.
Untuk mengantisipasi tingginya animo masyarakat selama periode libur kenaikan kelas yang berlangsung dari 20 Juni hingga 5 Juli 2026, KAI Divre I Sumut telah meningkatkan kapasitas total tempat duduk menjadi 130.040 kursi. Angka ini naik sebanyak 1.256 tempat duduk dari kapasitas sebelumnya yang berada di angka 128.784 kursi.
Hingga Sabtu (20/6) siang, total tiket yang sudah terjual secara keseluruhan selama periode libur sekolah mencapai 45.252 tiket. Anwar menegaskan bahwa angka tersebut masih sangat dinamis dan diprediksi akan terus meningkat tajam mendekati hari keberangkatan.
Peningkatan kapasitas angkut ini dilakukan melalui strategi penambahan armada, yakni satu kereta kelas ekonomi pada KA Sribilah Fakultatif dan satu kereta kelas bisnis pada KA Sribilah Utama. Keduanya memiliki rute Medan – Rantauprapat (PP).
“Dari 22 perjalanan kereta api yang dioperasikan hari ini, 11 di antaranya tiket telah terjual hingga 100 persen, yaitu enam perjalanan KA Putri Deli, empat perjalanan KA Siantar Ekspres, dan satu KA Sribilah Utama.












