TERITORIAL24.COM, SERDANG BEDAGAI — Banjir setinggi satu meter kembali menyapa Dusun 3, Desa Sei Rampah, Kecamatan Sei Rampah, Kabupaten Serdang Bedagai.
Lima kepala keluarga terpaksa mengungsi setelah rumah mereka tak lagi sanggup menahan gempuran air keruh yang sejak Kamis hingga Sabtu (27–29/11/2025) merangsek masuk ke seluruh ruangan.
Tingginya air membuat rumah-rumah tersebut mustahil ditempati, kecuali kalau penghuni berniat latihan jadi manusia katak.
Menurut Ustad Abdul Murad Daulay, Sabtu (29/11/2025), warga yang mengungsi membawa barang seadanya—mulai dari pakaian, tilam, kompor, hingga Elpiji—pakai moda transportasi yang paling tersedia dan paling nusantara: becak bermotor.
Tak ketinggalan, dokumen penting turut diamankan, sebab meskipun banjir datang tiap tahun, urusan administrasi negara tetap tak mengenal iba.
Ustad Murad berharap Pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai tidak lagi bersikap seperti hujan yang “terlambat reda”, dan segera memberikan solusi konkret atas bencana yang hampir tiap tahun mampir tanpa undangan.
“Masyarakat sudah resah dan gelisah,” ujarnya, berharap Bupati Sergai turun tangan langsung.
Di tengah kecemasan, ada juga seberkas kebaikan. Murad menyampaikan terima kasih kepada Ketua Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Sergai, Zuhari, yang memberikan bantuan berupa beras 5 kilogram, telur, dan minyak goreng. Setidaknya, di antara air yang tak kunjung susut, masih ada solidaritas yang mengapung.(Akbar)











