“Kita tidak ingin masyarakat menjadi korban dari permainan harga dan kualitas pangan yang tidak bertanggung jawab,” imbuhnya.
Selain itu, Johan turut mengajak masyarakat untuk lebih waspada serta proaktif dalam melaporkan dugaan kecurangan dalam distribusi pangan.
“Swasembada pangan hanya bisa terwujud jika semua pihak—pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat—sama-sama menjaga integritas dalam tata kelola pangan.
Jangan biarkan ulah segelintir oknum merusak kepercayaan kita terhadap kedaulatan pangan yang sedang kita bangun bersama,” pungkasnya.
Kasus dugaan pengoplosan beras ini menjadi perhatian serius dalam upaya menjaga stabilitas pangan nasional.
Masyarakat diharapkan dapat berperan aktif dalam memastikan kualitas dan keaslian bahan pangan yang beredar di pasaran.***












