TERITORIAL24.COM, MEDAN — Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas menegaskan komitmennya untuk memperkuat kemandirian finansial kota melalui digitalisasi pajak.
Hal itu disampaikan saat membuka Sosialisasi Opsen Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) sekaligus Launching aplikasi Smart Tax di Hotel Arya Duta, Kamis (11/12/2025).
Rico menekankan, penguatan keuangan daerah menjadi kunci bagi Medan untuk mewujudkan pembangunan yang maksimal.
“Kota ini hanya bisa maju apabila memiliki kekuatan finansial yang baik. Pajak yang dikumpulkan harus kembali kepada masyarakat dalam bentuk pembangunan,” kata Rico.
Aplikasi Smart Tax dirancang untuk mendigitalisasi seluruh proses pengelolaan pajak, mulai dari pendaftaran wajib pajak, pembayaran, pencetakan resi bukti pelunasan, hingga pelaporan.
Sistem ini diharapkan mencegah kebocoran Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan meningkatkan efisiensi administrasi.
“Kami berharap digitalisasi ini semakin memperkuat Bapenda dalam mencegah kebocoran pajak sehingga mampu meningkatkan PAD Kota Medan secara signifikan,” ujar Rico.
Kepala Bapenda Medan, M. Agha Novrian, menambahkan, sosialisasi Opsen PKB bertujuan memberikan pemahaman mekanisme pembayaran pajak kendaraan bermotor kepada stakeholder pemerintah daerah, termasuk BUMN, BUMD, dan perbankan.
“Kami juga menghimbau masyarakat untuk memanfaatkan program pemutihan pajak kendaraan bermotor yang sedang berlangsung,” kata Agha.
Acara ini dihadiri Wakil Ketua DPRD Medan H. Zulkarnaen, Sekda Kota Medan Wiriya Alrahman, pimpinan perangkat daerah, camat se-Kota Medan, serta sejumlah narasumber dari Kemendagri, Bapenda Sumut, Jasa Raharja, dan Ditlantas Polrestabes Medan.
Peluncuran Smart Tax menjadi bagian dari upaya Pemko Medan memodernisasi sistem pajak daerah sekaligus meningkatkan transparansi dan akuntabilitas keuangan kota.(Anggi)












