Pariwisata dan Travelling

Menelusuri Sejarah Marga Sinaga: Keturunan Tertua dari Raja Lontung

796
×

Menelusuri Sejarah Marga Sinaga: Keturunan Tertua dari Raja Lontung

Sebarkan artikel ini
Tugu Toga Sinaga didirikan di Desa Urat pada tahun 1970.(foto Tiktok @haryantonapitupulu)

TERITORIAL24.COM-Marga Sinaga merupakan salah satu marga tertua dan paling disegani dalam struktur masyarakat Batak Toba.Seperti dilansir dari Law-Justice.co, marga ini berasal dari Desa Urat di Pulau Samosir dan telah menyebar ke berbagai daerah di Indonesia bahkan hingga mancanegara.

Secara genealogi, marga Sinaga merupakan keturunan kelima dari Si Raja Batak, tokoh sentral dalam sistem kekerabatan Batak. Garis keturunannya adalah sebagai berikut:

1. Si Raja Batak

2. Guru Tateabulan (anak Si Raja Batak)

3. Tuan Sariburaja (anak Guru Tateabulan)

4. Raja Lontung (anak Tuan Sariburaja)

5. Toga Sinaga (anak sulung Raja Lontung)

Toga Sinaga sendiri memiliki tiga anak laki-laki, yakni Raja Bonor, Raja Ratus, dan Raja Uruk, yang kemudian menurunkan berbagai sub-kelompok dalam marga Sinaga:

Sinaga Bonor: Menurunkan Raja Pande, Tiang Ditonga, dan Suhutnihuta

Sinaga Ratus: Menurunkan Ratus Nagodang, Si Tinggi, dan Si Ongko

Sinaga Uruk: Menurunkan Sihatahutan, Barita Raja, dan Datu Hurung

Masih menurut Law-Justice.co, dalam sejumlah tarombo (silsilah), terdapat variasi versi mengenai urutan kelahiran antara marga Sinaga dan Situmorang yang juga merupakan keturunan Raja Lontung.

Namun, tradisi lisan di kalangan masyarakat Batak menyebutkan bahwa Toga Sinaga adalah anak sulung dari Raja Lontung.

Dalam sejarah perlawanan terhadap kolonialisme Belanda, disebutkan pula peran tokoh keturunan Sinaga bernama Ompu Palti Raja yang dikenal bersikap netral terhadap perjuangan Sisingamangaraja XII.

Fakta ini dicatat oleh budayawan Sitor Situmorang dalam karya monumental Toba Na Sae, yang menggambarkan dinamika kekuasaan dan pengaruh di kalangan marga-marga Batak.

Hingga saat ini, semua keturunan Toga Sinaga tetap menggunakan satu marga, yakni Sinaga, berbeda dari beberapa marga lain yang telah bercabang.

Ikatan kekeluargaan marga ini dikelola melalui organisasi Parsadaan Pomparan Toga Sinaga dohot Boruna (PPTSB) yang aktif di berbagai tingkatan wilayah, baik lokal maupun nasional.

Sebagai bentuk penghormatan terhadap leluhur, tugu Toga Sinaga didirikan di Desa Urat pada tahun 1970.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *