Religi

Mengentaskan Kemiskinan Ala Rasulullah SAW: Dari Bantuan Sesaat Menuju Kemandirian dan Keadilan Sosial

206
×

Mengentaskan Kemiskinan Ala Rasulullah SAW: Dari Bantuan Sesaat Menuju Kemandirian dan Keadilan Sosial

Sebarkan artikel ini

Oleh: Assoc. Prof. Dr. H. Usman Jakfar, Lc., M.A.

Tidak cukup meminta masyarakat miskin bekerja lebih keras jika akses terhadap pekerjaan, modal, pasar, dan sumber daya masih tertutup.

Membuka Akses terhadap Sumber Daya

Ketimpangan ekonomi juga dapat muncul ketika sumber daya dan kesempatan terkonsentrasi hanya pada kelompok tertentu.

Islam memberikan perhatian terhadap sumber daya yang berkaitan dengan kebutuhan masyarakat. Dalam sejumlah hadis terdapat prinsip mengenai hak bersama terhadap sumber daya tertentu, seperti air, padang rumput, dan api.

Islam juga mendorong agar tanah yang terlantar dihidupkan dan dimanfaatkan secara produktif.

Prinsip tersebut mengandung pesan bahwa sumber daya harus memberikan kemaslahatan, bukan menjadi alat untuk mempersempit kesempatan hidup masyarakat.

Dalam konteks kekinian, semangat tersebut dapat diwujudkan melalui pemerataan akses terhadap pendidikan, air bersih, tanah produktif, permodalan, teknologi, informasi, dan pasar.

Masyarakat miskin tidak cukup hanya diberikan bantuan uang. Mereka membutuhkan kesempatan untuk berkembang.

Sebab, tanpa akses terhadap sumber daya dan peluang ekonomi, bantuan sebesar apa pun berpotensi hanya menjadi solusi sementara.

Menjaga Martabat dan Menguatkan Daya Juang

Rasulullah SAW mendidik umat untuk menjaga kehormatan diri dan memiliki semangat untuk berusaha.

Beliau bersabda:

«“Tangan yang di atas lebih baik daripada tangan yang di bawah.”(HR. Bukhari)»

Pesan ini bukan berarti Islam mengabaikan orang yang benar-benar tidak mampu.

Sebaliknya, Islam memberikan perhatian besar kepada fakir miskin, anak yatim, orang yang terlilit kesulitan, dan kelompok masyarakat rentan.

Namun, bagi mereka yang masih memiliki kemampuan untuk bekerja, kemampuan tersebut harus diberdayakan.

Di sinilah pentingnya membedakan antara membantu orang yang membutuhkan dan menciptakan ketergantungan.

Bantuan diperlukan untuk menyelamatkan seseorang dari kesulitan.

Tetapi pemberdayaan diperlukan agar seseorang memiliki kemampuan untuk keluar dari kesulitan tersebut.

Karena itu, bantuan yang baik bukan hanya membuat seseorang bertahan hidup, tetapi juga membantu mengembalikan kepercayaan diri, produktivitas, dan martabatnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *