Religi

Mengetuk Pintu Langit di Desa Paya Pinang: Ustadz Yanda Hardiyansah Paparkan 5 Jalan Merawat Cinta Ilahi

106
×

Mengetuk Pintu Langit di Desa Paya Pinang: Ustadz Yanda Hardiyansah Paparkan 5 Jalan Merawat Cinta Ilahi

Sebarkan artikel ini

Khutbah Jumat di Masjid Al Amir Ajak Jemaah Memperkuat Hubungan Spiritual melalui Dzikir, Salat, Al-Qur'an, Syukur, dan Menjauhi Maksiat

Ustadz Yanda Ardiansyah, S.Pd.I., yang hadir bertindak sebagai khatib. Sosoknya yang dikenal santun sehari-hari mendedikasikan hidupnya sebagai seorang guru di Pesantren Ma'riatul Hikmah (PMH) Serdang Bedagai(Din)

Salat adalah ruang pertemuan paling sakral antara makhluk dan Khalik. Ustadz Yanda menekankan bahwa tegaknya salat wajib yang dihiasi dengan indahnya ibadah-ibadah sunah, seperti Tahajud di sepertiga malam atau Duha di kala pagi, merupakan bukti sahih dari kerinduan seorang hamba kepada Rabb-nya.

3. Menjadikan Al-Qur’an sebagai Sahabat Perjalanan

Al-Qur’an bukan sekadar lembaran mushaf untuk dipajang. Interaksi yang intim melalui tadarus harian dan perenungan maknanya akan melunakkan hati yang sekeras batu. Di sanalah petunjuk hidup mengalir menjadi kompas di tengah badai ujian dunia.

4. Merawat Sikap Syukur dan Totalitas Kepasrahan (Tawakal)

Cinta Allah akan bersemi pada jiwa yang rida atas segala takdir. Ustadz Yanda mengajak jemaah untuk melapangkan dada menerima setiap ketetapan dan ujian.

Ketika ikhtiar telah maksimal dan tawakal telah bulat, maka kedamaian sejati yang tidak bisa dibeli dengan materi akan menetap di dalam hati.

5. Memasang Benteng Kokoh dari Godaan Maksiat

Perbuatan dosa adalah hijab atau tirai gelap yang menghalangi datangnya cahaya rahmat.

Membentengi diri dengan menjaga pandangan, memelihara lisan dari ghibah, serta menjauhkan kaki dari tempat maksiat adalah ikhtiar tertinggi untuk menjaga kesucian cinta antara hamba dan Allah.

Pesan dari Mimbar untuk Kehidupan Nyata

Sebagai seorang guru yang memegang teguh prinsip perubahan karakter, Ustadz Yanda menyelipkan harapan besar di penghujung khutbahnya.

Beliau berpesan agar kelima poin spiritual tersebut dibawa pulang ke rumah masing-masing, diajarkan kepada anak dan istri, serta dihidupkan dalam sendi-sendi kehidupan masyarakat Desa Paya Pinang.

Khutbah yang sarat makna itu pun diakhiri dengan doa yang menggetarkan. Di bawah naungan kubah Masjid Al Amir, gema amin bersahut-sahutan dari para jemaah, memohon agar Kabupaten Serdang Bedagai senantiasa diberkahi dan setiap hati yang hadir hari itu digerakkan untuk istikamah menjemput cinta tertinggi, yakni cinta Allah Azza Wa Jalla.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *