Polhukam

Menghadapi Ancaman Resesi, Indonesia Harus Hitung Ulang Strategi Ekonomi Global

500
×

Menghadapi Ancaman Resesi, Indonesia Harus Hitung Ulang Strategi Ekonomi Global

Sebarkan artikel ini

TERITORIAL24.COM, BLITAR – Ekonomi Indonesia saat ini menghadapi tantangan berat yang dapat berujung pada resesi jika tidak diantisipasi dengan cermat. Untuk menghindari hal tersebut, pemerintah perlu melakukan evaluasi menyeluruh terhadap ancaman ekonomi global serta menyiapkan langkah strategis yang lebih matang.

Terlepas dari berbagai upaya untuk membangun aliansi strategis, baik dalam sektor ekonomi maupun politik, pemerintah harus lebih fokus pada eksekusi konkret daripada sekadar pencitraan media.

Salah satu faktor utama yang perlu menjadi perhatian adalah dominasi ekonomi Amerika Serikat, yang masih sangat besar dan memengaruhi pasar global, dengan kebijakan seperti tarif yang kini mencapai 32% untuk Indonesia.

Hal ini bukan hanya akibat ketegangan politik internasional, tetapi juga mencerminkan kepanikan domestik Amerika yang bergantung pada APBN mereka yang didanai oleh Federal Reserve. Kenaikan tarif ini bisa menjadi petunjuk bahwa Amerika khawatir akan risiko resesi domestik, terlebih dengan beban pengeluaran yang sangat besar untuk perang dan konflik internasional.

Namun, Indonesia tidak bisa hanya bergantung pada kebijakan luar negeri atau mengikuti jejak negara lain.

Aliansi strategis Indonesia dengan BRICS sudah dimulai, tetapi masih perlu penguatan agar efeknya lebih signifikan.

Di sisi lain, kerja sama dengan negara-negara Asia Tenggara, yang lebih erat dengan Indonesia, memang sudah ada, namun masih sering terjebak dalam gimmick media tanpa eksekusi nyata.

Penting bagi Indonesia untuk menggali pasar baru, terutama di Afrika dan Timur Tengah, terutama di negara-negara yang memiliki surplus ekonomi.

Ini membuka peluang besar untuk memperkuat posisi Indonesia dalam perekonomian global. Selain itu, sektor unggulan Indonesia, seperti nikel dan crude palm oil, menjadi kunci utama dalam memperkuat fondasi ekonomi negara.

Sektor kelautan dan maritim Indonesia juga memiliki potensi besar, baik di pasar regional maupun global, yang harus dimaksimalkan.

Dalam konteks ini, kepemimpinan Presiden Prabowo memiliki peran kunci dalam merancang strategi baru.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *