Dengan sejarah sebagai kota persinggahan dan pertemuan, Medan menghidupkan kembali perannya: bukan sekadar menyambut tamu, tapi merayakan pertautan jiwa.
“Gelar ini bukan nostalgia,” ucap Agus. “Ini adalah masa depan, yang ditanam dari akar kita sendiri.”.(Akbar)












