Religi

‎Merdeka Harus Dirasa Rakyat, Bukan Hanya Dipajang di Tiang Bendera ‎

718
×

‎Merdeka Harus Dirasa Rakyat, Bukan Hanya Dipajang di Tiang Bendera ‎

Sebarkan artikel ini
‎Ustadz Muslim mengingatkan agar pemasangan bendera tidak hanya menjadi simbol seremonial atau sekadar hiasan tanpa makna(Teritorial24.com)

‎TERITORIAL24.COM,‎TEBING TINGGI-Menjelang peringatan Hari Kemerdekaan ke-80 Republik Indonesia, bendera Merah Putih berkibar di berbagai tempat, mulai dari rumah, kantor, hingga sekolah.

‎Namun, Ustadz Muslim mengingatkan agar pemasangan bendera tidak hanya menjadi simbol seremonial atau sekadar hiasan tanpa makna.

‎Pesan tersebut ia sampaikan saat khutbah Jumat di Masjid Al Ikhlas, Jalan Siantar, Kota Tebing Tinggi.

‎Menurutnya, makna kemerdekaan harus benar-benar dirasakan oleh seluruh rakyat Indonesia, bukan sekadar jargon politik.

‎“Kenyataannya, rakyat masih menderita. Harga-harga naik, pajak membebani. Jangan sampai bendera Merah Putih hanya menjadi topeng bagi penguasa zalim,” tegasnya.

‎Peringatan 17 Agustus dan Makna Spirit Kemerdekaan

‎Ustadz Muslim menyebut peringatan 17 Agustus adalah momen mengenang perjuangan kemerdekaan yang telah berlangsung selama delapan dekade.

‎Ia mengutip pesan ulama, Hubbul Wathon Minal Iman (cinta tanah air adalah bagian dari iman), sebagai pengingat pentingnya memerdekakan bangsa dari penderitaan ekonomi, pendidikan, dan sosial.

‎“Merah Putih adalah simbol perjuangan dan pengorbanan. Merah berarti berani menegakkan hukum dan keadilan, memberantas korupsi, judi, narkoba, dan berbagai bentuk kejahatan,” ujarnya.

‎Hukum Harus Adil untuk Semua

‎Dalam khutbahnya, ia menyoroti ketidakadilan hukum di Indonesia. Pejabat yang bersalah kerap bebas, sedangkan rakyat kecil langsung dihukum berat.

Kondisi ini dinilainya bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila sebagai dasar negara.

‎Nilai Pancasila dalam Perspektif Islam

‎Ustadz Muslim mengaitkan lima sila Pancasila dengan ajaran Islam:

‎1. Ketuhanan Yang Maha Esa – Sesuai Al-Qur’an surat Al-Ikhlas.

‎2. Kemanusiaan yang Adil dan Beradab – Islam menjunjung adab, etika, dan moral.

‎3. Persatuan Indonesia – Sesuai Al-Qur’an surat Ali Imran ayat 103.

‎4. Kerakyatan dalam Permusyawaratan – Sesuai Al-Qur’an surat Asy-Syura ayat 38.

‎5. Keadilan Sosial – Sesuai Al-Qur’an surat Al-Maidah ayat 8.

‎Seruan untuk Pemerintah dan Rakyat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *