Catatan ini bahkan lebih baik dibandingkan Gabriel Jesus (Manchester City musim 2016/2017) dan Erling Haaland saat memecahkan rekor pada musim 2022/2023.
Selain itu, Salah mencapai 30 assist lebih cepat dibandingkan pemain mana pun dalam sejarah Liverpool, melampaui rekor Luis Suárez (19 pertandingan). Hal ini semakin menegaskan statusnya sebagai salah satu pemain terbaik di era Premier League.
Setelah 19 pekan Premier League, Salah telah menyumbang 38% dari total gol Liverpool, hanya kalah dari Chris Wood (42%) dan Erling Haaland (44%). Selain itu, ia juga menciptakan lebih dari sepertiga peluang emas dan xG (expected goals) Liverpool musim ini.
Memasuki musim ke-8 bersama Liverpool, Salah belum pernah mencetak kurang dari 20 gol dalam satu musim. Jika banyak yang mengagumi keabadian Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi, maka Salah pantas dimasukkan ke dalam jajaran legenda tersebut.
Keberadaannya di Liverpool bukan hanya tentang gol dan assist, tetapi juga statusnya sebagai ikon klub. Dalam setiap kampanye promosi atau materi pemasaran The Reds, nama dan wajah Salah selalu menjadi sorotan utama.
Para fans Liverpool pun memiliki banyak lagu khusus untuk idolanya. Jika sebelumnya bendera-bendera Klopp menghiasi tribun Anfield, kini kehormatan itu juga diberikan kepada Salah.
Arne Slot tentu memahami betapa pentingnya Salah bagi Liverpool. The Kop tidak ingin kehilangan salah satu penyerang terbaik dalam sejarah mereka.
Oleh karena itu, segala rencana mengenai masa depan Salah harus diperhitungkan dengan matang, agar baik klub maupun sang pemain merasa puas setelah bertahun-tahun meraih kejayaan bersama.***












