Umat Islam dianjurkan memahami amalan yang berpahala serta hal-hal yang membatalkan puasa.
Ilmu menjadi bekal agar ibadah tidak sia-sia.
Selain itu, umat Islam dianjurkan melatih diri dengan puasa sunnah di bulan Sya’ban.
Nabi Muhammad SAW diketahui paling banyak berpuasa sunnah pada bulan tersebut.
Puasa sunnah menjadi latihan fisik dan spiritual sebelum Ramadhan.
Ustadz Muslim juga mengingatkan pentingnya meminta ridho orang tua.
Ridho Allah, kata dia, terletak pada ridho orang tua, dan murka Allah pada murka orang tua.
Doa dan restu orang tua menjadi kunci keberkahan hidup.
Persiapan selanjutnya adalah berziarah kubur, khususnya kepada orang tua yang telah wafat.
Ziarah bertujuan untuk mendoakan dan mengingatkan diri akan kematian.
Kesadaran ini mendorong seseorang untuk memperbaiki amal.
Ia juga mengajak umat Islam memperbanyak taubat menjelang Ramadhan.
Taubat dilakukan dengan meninggalkan maksiat dan meningkatkan amal kebaikan.
Hati yang bersih akan lebih siap menerima cahaya Ramadhan.
Terakhir, umat Islam dianjurkan memperbanyak sedekah kepada fakir miskin dan anak yatim.
Sedekah menjadi sarana membersihkan harta dan melapangkan rezeki.
Sekaligus memperkuat kepedulian sosial di tengah masyarakat.
Menutup tausiyahnya, Ustadz Muslim mengajak seluruh umat Islam menyambut Ramadhan dengan penuh semangat.
Ia berharap Ramadhan menjadi momentum perubahan menuju pribadi yang lebih baik.
Semoga seluruh umat meraih rahmat, berkah, ampunan, serta kemenangan dunia dan akhirat.***












