TERITORIAL24.COM, TEBING TINGGI–Majelis Taklim Persaudaraan Islam (MTPI) Kota Tebing Tinggi menyampaikan apresiasi atas pembatalan konser yang semula akan digelar di Hotel Santika pada Kamis, 31 Juli 2025.
Kegiatan tersebut sebelumnya mendapat penolakan keras dari berbagai ormas Islam, termasuk MTPI, karena dinilai bertentangan dengan nilai agama, budaya, dan hukum yang berlaku di Indonesia.
Ustadz Muslim Istiqomah, Pembina Pondok Pesantren Asbabul Rahmah sekaligus Ketua MTPI Kota Tebing Tinggi, menegaskan bahwa masyarakat harus lebih waspada terhadap kegiatan yang dapat merusak moral generasi muda, Minggu(27/7/2025).
“Hal ini tentunya harus menjadi perhatian kita semua. Jangan sampai masyarakat kita dirusak oleh kegiatan kaum LGBT yang jelas-jelas bertentangan dengan budaya, adat, syariat, bahkan melanggar aturan dan hukum di Negara Kesatuan Republik Indonesia yang kita cintai ini.”
” Mari kita jaga anak-anak dan generasi kita dari kehancuran akhlak dan moral ini,” ujarnya kepada media.
MTPI Kota Tebing Tinggi sejak awal Juli telah mengeluarkan pernyataan penolakan terhadap acara tersebut.
Selain MTPI, DPRD Sumatera Utara, MUI Sumut, dan berbagai ormas Islam lainnya juga menyatakan sikap yang sama. Ormas Pujaketarub bahkan sempat melakukan aksi demonstrasi untuk menolak rencana konser tersebut.
Ustadz Muslim menambahkan bahwa langkah pembatalan ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi daerah lain yang direncanakan akan menjadi lokasi acara serupa.
“Kami berharap seluruh pihak, termasuk di Bandung dan Jakarta, dapat mengambil sikap yang sama,” tegasnya.
Acara yang dibatalkan ini sebelumnya dijadwalkan menampilkan grup musik Honne yang dinilai sejumlah pihak membawa kampanye pro-LGBT.
MTPI mengingatkan bahaya gerakan tersebut terhadap kehidupan masyarakat.
“Semoga kita semua terhindar dari murka Allah SWT,” tutup Ustadz Muslim.***












