“Kami juga telah menyiapkan rekayasa lalu lintas seperti pemberlakuan ganjil-genap, contra flow, dan one way berdasarkan pemantauan CCTV, traffic counting, serta laporan petugas di lapangan secara real time dan berkala,” jelas Kapolda Sumut.
Operasi Ketupat Toba 2025 juga difokuskan pada pengamanan 126.736 objek vital yang meliputi masjid, lokasi shalat Idul Fitri, objek wisata, pusat perbelanjaan, terminal, pelabuhan, stasiun kereta api, dan bandara.
Kapolda Sumut menekankan pentingnya memberikan pelayanan yang ramah dan responsif kepada masyarakat.
“Kita harus menampilkan sosok petugas yang humanis, memberikan edukasi kepada pengemudi, melakukan pengecekan kesehatan pengemudi, kondisi kendaraan, kesiapan rambu-rambu, serta menyiagakan personel di titik-titik rawan kecelakaan,” ujarnya.
Polda Sumut juga mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan layanan hotline 110 sebagai sarana pengaduan dan pelaporan tanggap darurat, baik terkait gangguan kamtibmas maupun kemacetan selama arus mudik.
Sebelum mengakhiri amanatnya, Kapolda Sumut menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh personel pengamanan yang terdiri dari unsur TNI-Polri, Kementerian terkait, BNPB, BMKG, Basarnas, Pertamina, Jasa Raharja, Jasa Marga, Satpol PP, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, Pramuka, serta Mitra Kamtibmas lainnya.
“Selamat bertugas dan tetap semangat. Jadikan setiap langkah pengabdian sebagai ladang ibadah untuk mencari ridho dan keberkahan Tuhan Yang Maha Kuasa,” tutup Whisnu.
Operasi Ketupat Toba 2025 diharapkan dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat yang merayakan Idul Fitri 1446 H, serta memastikan situasi kamtibmas tetap kondusif di wilayah Sumatera Utara.(Akbar)












