Kota Medan

Patroli Team Tebas Sisir Titik Rawan Premanisme di Medan

338
×

Patroli Team Tebas Sisir Titik Rawan Premanisme di Medan

Sebarkan artikel ini

TERITORIAL24.COM, MEDAN – Suasana pasar tradisional Sukaramai, Medan, Selasa siang, 13 Mei 2025, tampak berbeda.

Kehadiran mobil dinas Team Tebas Polda Sumut menyita perhatian para pedagang dan pengunjung. Sejumlah petugas berseragam turun menyusuri area parkir, berdialog dengan juru parkir, hingga menyampaikan imbauan keamanan.

Semua itu merupakan bagian dari patroli cipta kondisi dalam rangka Operasi Pekat Toba 2025.

Satuan Tindak dari Polda Sumatera Utara menggelar patroli intensif sebagai upaya preventif dan penindakan terhadap aksi premanisme di wilayah hukum Polrestabes Medan.

Tim gabungan yang terdiri dari lima personel Ditreskrimum dan lima personel Sabhara menggunakan dua unit mobil dinas dan dilengkapi peralatan komunikasi serta borgol.

Dalam patroli yang menyasar kawasan Helvetia, Jalan Cemara, dan Pajak Sukaramai, petugas tak hanya berjaga.

Mereka menyapa warga, menyampaikan pesan kamtibmas, serta membagikan nomor aduan cepat Team Tebas Jatanras (0821-6254-3804).

Di beberapa lokasi, petugas juga mengingatkan para juru parkir agar tidak melakukan pungutan liar dan melengkapi identitas resmi.

Kehadiran polisi disambut hangat warga. Beberapa pedagang mengaku lebih tenang berjualan, terutama di lokasi yang sebelumnya rawan aksi intimidasi.

“Kami merasa lebih aman, apalagi ada nomor yang bisa dihubungi kalau terjadi apa-apa,” ujar salah seorang pedagang di Sukaramai.

Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Ferry Walintukan, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari operasi serentak di seluruh jajaran Polres se-Sumatera Utara sejak 1 Mei 2025.

“Operasi Pekat Toba tidak hanya fokus pada penindakan, tetapi juga langkah-langkah pencegahan dengan patroli dialogis. Ini adalah bentuk komitmen Polda Sumut dalam menciptakan rasa aman bagi masyarakat,” ujarnya.

Melalui patroli aktif dan pendekatan humanis, Polda Sumut berharap dapat menekan angka premanisme dan penyakit masyarakat lain yang mengganggu ketertiban umum, serta menciptakan suasana sosial yang lebih nyaman, terutama di pusat-pusat aktivitas warga Kota Medan.(Akbar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *