Sumatera Utara

Pemprov Sumut Gandeng REI dan Apersi Bangun 20 Ribu Rumah untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah: Harga Mulai Rp166 Juta, Bisa Dicicil 20 Tahun

479
×

Pemprov Sumut Gandeng REI dan Apersi Bangun 20 Ribu Rumah untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah: Harga Mulai Rp166 Juta, Bisa Dicicil 20 Tahun

Sebarkan artikel ini

TERITORIAL24.COM, MEDAN – Bukan cuma janji kampanye, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara benar-benar mulai serius mengurus soal papan alias tempat tinggal.

Lewat kerja sama dengan Real Estate Indonesia (REI) Sumut dan Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi) Sumut, Pemprov meluncurkan program pembangunan 20 ribu unit rumah bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

Dari total tersebut, 16 ribu unit sudah siap huni—alias tinggal pilih kunci dan bawa galon.

Program ini merupakan inisiatif Gubernur Sumut Muhammad Bobby Afif Nasution, yang disebut Plt Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Sumut, Muhammad Suib, sebagai hasil kolaborasi lintas sektor: pemerintah daerah, pengembang, dan perbankan, termasuk Bank Sumut.

“Program 20 ribu rumah ini bukan hanya program Dinas Perkim, tapi kolaborasi lintas sektor. Lokasinya tersebar di seluruh kabupaten dan kota di Sumut,” kata Suib dalam konferensi pers di Lobby Dekranasda Sumut, Kantor Gubernur, Senin (3/11/2025).

Harga rumahnya pun cukup “bersahabat” untuk ukuran program subsidi: sekitar Rp166 juta dengan tenor kredit hingga 20 tahun.

“Sosialisasi ini kami lakukan agar masyarakat tahu dan bisa ikut memanfaatkan program ini,” ujar Suib, sembari menambahkan bahwa keberhasilan program ini juga bergantung pada dukungan bupati dan wali kota.

Menurutnya, sejauh ini sudah ada 8.700 akad kredit dan 16 ribu unit rumah siap huni. Ia berharap pemerintah kabupaten/kota turut mempercepat proses perizinan dan penyediaan lahan.

Sementara itu, Ketua DPD REI Sumut Rakutta Karo-Karo menyebut bahwa sekitar 60 persen proyek anggota REI di Sumut memang difokuskan untuk pembangunan rumah MBR.

“Kami bermitra dengan pemerintah dan mendapat dukungan berupa pembebasan PBG dan BPHTB. Dengan dukungan penuh Gubernur, kami siap menyukseskan program 20 ribu rumah ini,” ujarnya.

Rakutta juga menyampaikan bahwa 11 ribu unit sudah terealisasi, dan sisanya ditargetkan rampung pada Desember 2025.

“Dulu kami kesulitan kuota, tapi sekarang berkat dukungan Pemprov, kuota sudah tersedia. Rumah yang dibangun REI dan Apersi aman secara legalitas dan siap huni,” tambahnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *