TERITORIAL24.COM, DELI SERDANG – Kalau biasanya masuk kandang ayam identik dengan bau menyengat dan serbuan lalat, beda cerita dengan peternakan ayam petelur milik PT Sahabat Jaya Farm (SJF) di Desa Tanjung Selamat, Kecamatan Percut Sei Tuan.
Peternakan ini diklaim jadi model pertama di Sumatera Utara yang menerapkan sistem modern.
Prosedurnya ketat. Siapa pun yang masuk area kandang wajib pakai APD dan melewati proses sterilisasi.
Semua demi menjaga biosekuriti tetap sesuai standar. Sistem kandangnya pun sudah pakai close house system, jadi ayam-ayam dipelihara dalam lingkungan yang lebih higienis, minim bau, dan ramah lingkungan.
Kunjungan Bupati Deli Serdang, dr H Asri Ludin Tambunan, bersama Wakil Bupati Lom Lom Suwondo, Selasa (23/9/2025), makin menegaskan kalau peternakan ini bukan sekadar gaya-gayaan. “SOP-nya bagus sekali, bahkan nggak ada lalat di sekitar lokasi. Saya berharap bisa jadi role model buat peternak lain,” ujar Bupati.
Meski produksinya sudah tembus 270 ribu butir per hari dari 380 ribu ekor ayam, Bupati mengingatkan agar kebutuhan lokal Deli Serdang tetap diprioritaskan sebelum memperluas distribusi ke daerah lain.
PT SJF sendiri bukan pemain baru. Delapan tahun beroperasi, mereka punya 10 kandang dan 95 pekerja. Sekitar 15–20 persen telurnya malah sudah sampai ke luar Sumut, hingga Kepulauan Riau.
Manager Produksi PT SJF, Heri, bilang sistem modern ini gabungan teknologi Eropa dan Tiongkok. Hasilnya produksi lebih stabil dan efisien.
“Kami satu-satunya di Sumut yang pakai standar seperti ini,” ungkapnya.
Selain ngincer peluang ekspor, PT SJF juga siap jadi mitra pemerintah buat pasok telur ke Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
“Telurnya cepat habis di rantai konsumsi, jadi tetap fresh,” tutup Heri.(Akbar)












