“APBD tidak cukup untuk membiayai semua program. Maka, kepala OPD harus proaktif menjalin komunikasi agar bantuan pusat dan provinsi bisa dikucurkan,” ujarnya.
Mahyaruddin juga memaparkan 15 program prioritas Pemko Tanjungbalai untuk lima tahun ke depan, antara lain:
ASN berkualitas dan berintegritas
Digitalisasi pelayanan publik
Pendidikan dan kesehatan merata
Infrastruktur berdaya saing
Ekonomi mandiri dan UMKM naik kelas
Penataan kota yang nyaman dan inklusif
Kota bersih dan tangguh bencana
Air bersih dan rumah layak huni
Beberapa target indikator makro yang ditetapkan antara lain:
Pertumbuhan ekonomi: dari 4,91% menjadi 7,5–8%
PDRB per kapita: dari Rp65,76 juta menjadi Rp80,21 juta
Tingkat kemiskinan: dari 11,97% menjadi 9,14–9,43%
Pengangguran terbuka: dari 4,08% menjadi 1,5–2%
Indeks Pembangunan Manusia (IPM): dari 75,95 menjadi 83,14
Gini Rasio: dari 0,236 menjadi 0,230
Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH): dari 69,83 menjadi 71,02
Penurunan emisi gas rumah kaca: dari 80.892,84 ton CO2eq menjadi 151.193,33 ton CO2eq
Wali Kota juga menegaskan bahwa RPJMD Kota Tanjungbalai harus selaras dengan arah pembangunan provinsi dan nasional, agar mendapat dukungan lintas sektor.
Wali Kota mengajak seluruh peserta Musrenbang untuk aktif berdiskusi dan memberikan kontribusi terbaik dalam proses perencanaan pembangunan.
“Musrenbang ini menghadirkan narasumber dari Bappelitbang Sumut, Balai Wilayah Sungai, serta BPS Tanjungbalai. Mari kita manfaatkan forum ini sebaik-baiknya,” ajaknya.
Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Tanjungbalai, Surya Darma AR, menyatakan komitmen legislatif untuk mendukung program-program prioritas dan memastikan Musrenbang menghasilkan program sesuai skala kebutuhan dan kondisi keuangan saat ini.
Kegiatan diakhiri dengan penandatanganan berita acara, sesi foto bersama, dan pemaparan dari para narasumber.
(ilham)












