Sumatera Utara

Polda Sumut Siapkan Buka Puasa untuk Warga Terdampak Bencana di Aek Ngadol

156
×

Polda Sumut Siapkan Buka Puasa untuk Warga Terdampak Bencana di Aek Ngadol

Sebarkan artikel ini

TERITORIAL24.COM, TAPSEL – Asap tipis mengepul dari tungku darurat yang berdiri di antara deretan bangunan setengah jadi di Desa Aek Ngadol, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan, Minggu, 22 Februari. Menjelang magrib, aroma masakan menyusup di sela udara lembap kawasan yang masih menyimpan jejak bencana.

Di sana, personel Batalyon C Satuan Brimob Polda Sumatera Utara bergotong royong menyiapkan hidangan berbuka puasa bagi warga terdampak.

Dapur lapangan itu berdiri tak jauh dari lokasi pembangunan hunian tetap dan hunian sementara. Sejak sore, sejumlah anggota Brimob terlihat memotong sayur, mengaduk lauk di wajan besar, hingga membungkus nasi untuk dibagikan. Aktivitas berlangsung cepat namun teratur—sebuah operasi kemanusiaan dalam skala sederhana, tetapi bermakna bagi warga yang tengah berupaya bangkit dari keterpurukan.

Di bulan Ramadhan, kebutuhan tak hanya soal logistik dasar, melainkan juga ketenangan batin untuk menjalankan ibadah.

Kepala Bidang Humas Polda Sumatera Utara, Komisaris Besar Polisi Ferry Walintukan, menyebut pendirian dapur lapangan sebagai wujud empati kepolisian terhadap masyarakat.

“Di tengah situasi pascabencana, kami ingin memastikan masyarakat tetap dapat menjalankan ibadah puasa dengan tenang. Dapur lapangan ini menjadi bentuk kebersamaan Polri dengan warga yang sedang berupaya bangkit,” ujarnya.

Bagi warga Aek Ngadol, kehadiran dapur lapangan bukan semata soal sepiring nasi dan lauk hangat.

Ia menjadi penanda bahwa mereka tidak sendiri menghadapi masa pemulihan.

Beberapa warga yang sejak pagi bergelut dengan aktivitas di sekitar pembangunan hunian tampak mengantre dengan wajah lelah, namun menyiratkan lega. Anak-anak berlarian kecil, sementara para orang tua berbincang pelan menunggu azan magrib.

Di sisi lain, tugas aparat tak berhenti pada urusan dapur. Personel tetap menjalankan pengamanan di sekitar lokasi pembangunan untuk memastikan proses berjalan aman dan tertib.

Di tengah transisi dari fase tanggap darurat menuju pemulihan, stabilitas menjadi prasyarat agar bantuan dan pembangunan dapat berlangsung tanpa hambatan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *