Senja akhirnya turun perlahan di Batang Toru. Ketika azan berkumandang, warga membatalkan puasa dengan hidangan yang dimasak bersama aparat kepolisian.
Di antara suara doa dan sendok yang beradu dengan piring, terselip harapan—bahwa seperti hari yang berganti malam, masa sulit pun akan berlalu.
Dapur lapangan itu mungkin bersifat sementara. Namun kehangatan yang dihadirkannya, di tengah puing dan proses membangun kembali kehidupan, meninggalkan kesan yang lebih lama dari sekadar waktu berbuka.(Akbar)












