TERITORIAL24.COM, MEDAN — Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut) mencatat pencapaian signifikan dalam pemberantasan narkoba sepanjang semester pertama 2025.
Dalam periode Januari hingga Juni, Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumut bersama jajaran berhasil mengungkap 3.078 kasus peredaran narkotika.
Total barang bukti yang disita mencapai lebih dari 1,6 ton narkoba berbagai jenis, dengan 3.970 tersangka diamankan.
Pengungkapan tersebut disampaikan Kapolda Sumut Irjen Pol Whisnu Hermawan Februanto dalam konferensi pers di Mapolda Sumut, Kamis, 3 Juli 2025.
Kegiatan itu juga dirangkai dengan pemusnahan sejumlah barang bukti narkotika hasil sitaan.
“Dalam enam bulan pertama tahun ini, kami sudah mengamankan 1,2 ton sabu. Total seluruh jenis narkotika yang berhasil kami sita mencapai lebih dari 1,6 ton,” ujar Whisnu.
Barang bukti yang dimusnahkan mencakup 1.163 kilogram sabu, 267 kilogram ganja kering, 6.071 batang pohon ganja, dan enam hektare ladang ganja.
Selain itu, turut dimusnahkan 189.975 butir ekstasi, 94.237 butir pil Happy Five, 60 ribu cartridge vape mengandung narkotika golongan I, serta ribuan liquid vape dan kemasan produk olahan pabrik tak berizin.
Whisnu menyebutkan, pengungkapan ini merupakan bentuk komitmen Polda Sumut menjalankan instruksi Presiden Prabowo Subianto dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk menekan peredaran narkoba hingga ke akar.
“Ini adalah perang panjang. Tidak ada kompromi. Kami ingin Sumatera Utara keluar dari peringkat satu sebagai wilayah rawan narkoba,” katanya.
Menurut Polda, dari total barang bukti yang disita, diperkirakan upaya tersebut telah menyelamatkan sekitar 7,2 juta jiwa dari potensi penyalahgunaan narkotika.
Konferensi pers turut dihadiri Wakapolda Sumut Brigjen Pol Rony Samtana, Kepala BNNP Sumut, perwakilan Kejaksaan Tinggi Sumut, serta para pejabat utama Polda dan polres jajaran.
Di akhir acara, Polda mengajak masyarakat aktif melaporkan segala bentuk penyalahgunaan narkoba.
“Pemberantasan narkoba tidak bisa dilakukan sendiri. Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut bergerak. Masa depan anak-anak kita dipertaruhkan,” ujar Whisnu.(Akbar)












