Daerah

Polisi Tanam Jagung di Sibolga, Demi Asta Cita dan Masa Depan Pangan Negeri

251
×

Polisi Tanam Jagung di Sibolga, Demi Asta Cita dan Masa Depan Pangan Negeri

Sebarkan artikel ini

TERITORIAL24.COM, SIBOLGA – Di tengah dunia yang makin bingung antara krisis iklim dan konten prank, Polsek Sibolga Selatan memilih untuk kembali ke akar. Tepatnya, ke akar jagung.

Rabu pagi, 6 Agustus 2025, sekitar pukul 09.00 WIB, jajaran Polsek Sibolga Selatan Polres Sibolga turun ke lahan seluas 1 hektar di Jalan Jenderal Sudirman, samping GPIB Kelurahan Aek Parombunan, Kecamatan Sibolga Selatan.

Bukan untuk gerebek sarang narkoba atau kawal demo, tapi untuk menanam jagung. Iya, jagung. Tanaman yang dulu sering diremehkan di kantin sekolah, kini jadi simbol ketahanan pangan nasional.

Kegiatan ini, kata Kapolsek Sibolga Selatan IPTU Pasma Pasaribu, S.E., M.M., adalah bentuk dukungan konkret terhadap program ASTA CITA Presiden RI, sebuah visi mulia untuk menjadikan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia—bukan hanya lumbung utang atau lumbung konten politik.

“Ini upaya kami dalam memperkuat ketahanan pangan lokal. Harapannya, dari ladang ini bisa tumbuh semangat swasembada,” ujar Kapolsek.

Kegiatan berlangsung aman, tertib, dan tidak ada keributan, kecuali mungkin rebutan cangkul.

Turut hadir dalam acara tersebut berbagai unsur penting di wilayah Sibolga Selatan, Camat Havivah N. Sinambela, Lurah Aek Parombunan Herlinda Tanjung, serta para tokoh lapangan seperti Bhabinkamtibmas, Babinsa, Kanit Provost, dan Kepala Lingkungan. Komplit sudah, seperti bahan membuat bakwan jagung.

Sinergi antarlembaga ini jelas bukan hanya soal formalitas seremoni.

Di tengah ancaman perubahan iklim, harga pangan yang suka naik mendadak seperti harga tiket konser, dan maraknya konten “mukbang sambil bakar hutan”, penanaman jagung ini bisa jadi langkah kecil yang penuh arti.

Lahan 1 hektar yang ditanami jagung ini diharapkan tidak cuma menghasilkan tongkol-tongkol empuk, tapi juga menyemai harapan bahwa bangsa ini serius dengan ketahanan pangan.

Karena bagaimana mungkin kita mau jadi lumbung pangan dunia kalau makan saja masih tergantung pada impor?

Lewat kegiatan ini, Polsek Sibolga Selatan ingin menunjukkan bahwa tugas polisi tidak melulu soal pengamanan atau tilang mendadak. Tapi juga soal menanam masa depan—secara harfiah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *